Tugas Perdana Pengageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Hadiri Catur Sagatra 2025

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:GKR Panembahan Timoer hadiri Pagelaran Catur Sagatra 2025 di Bangsal Kepatihan, Jumat (28/11).

 

YOGYAKARTA, OpiniJogja — Pagelaran Catur Sagatra 2025 yang digelar di Bangsal Kepatihan kompleks Kantor Gubernur DIY, Jumat (28/11/2025), menghadirkan suasana berbeda. Dengan mengusung tema “Kalyana: Olah Pikir, Olah Raga, Olah Jiwa”, pertemuan tahunan empat istana trah Mataram Islam ini tampil sebagai ruang silaturahmi budaya sekaligus refleksi nilai sejarah dan spiritualitas.

Kehadiran GKR Panembahan Timoer menjadi sorotan utama. Putri Sawarga SISKS Pakoe Boewono XIII itu baru saja dikukuhkan oleh SISKS Pakoe Boewono XIV sebagai Pengageng Sasana Wilapa, dan Catur Sagatra menjadi tugas adat perdananya di luar Karaton Surakarta. Momen ini menandai langkah baru Karaton Kasunanan Surakarta dalam memperkuat hubungan budaya antar-istana.

Tahun ini, seluruh delegasi Catur Sagatra diwakili para perempuan bangsawan Mataram Islam. Dari Surakarta hadir GKR Panembahan Timoer; dari Ngayogyakarta GKR Bendara, putri Sri Sultan HB X; dari Mangkunegaran GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, putri KGPAA Mangkunegara IX; serta dari Pakualaman GKBRAA Paku Alam, permaisuri KGPAA Pakualam X. Pertemuan tersebut menjadi simbol kecakapan dan peran sentral perempuan Jawa dalam memikul amanah budaya.

Seluruh rangkaian acara mencerminkan tema Kalyana. Olah pikir terwakili melalui dialog budaya yang memperkuat kesadaran historis antar-istana; olah raga tampak pada kedisiplinan dan tata prosesi adat; sementara olah jiwa hadir melalui penghayatan nilai dan laku hening yang menyertai jalannya upacara.

Baca Juga:  STC Rayakan HUT Pertama dengan Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa di Sleman

Usai kegiatan, GKR Panembahan Timoer menegaskan pentingnya Catur Sagatra sebagai ruang mempererat hubungan empat istana.

“Catur Sagatra ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi komitmen bersama menjaga martabat adat dan budaya Jawa. Tema Kalyana hari ini mengingatkan kita bahwa warisan Mataram Islam tidak hanya soal tradisi, tetapi tentang bagaimana menata pikir, gerak, dan jiwa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti makna khusus di balik keterlibatan para delegasi perempuan.

“Seluruh delegasi tahun ini adalah perempuan. Ini menegaskan bahwa perempuan dalam tradisi Mataram Islam bukan hanya simbol keanggunan, tetapi pemikul amanat budaya. Ada pesan kuat bahwa kesinambungan adat bertumpu pada keteguhan dan welas asih perempuan,” tambahnya.

GKR Panembahan Timoer menyebut keikutsertaannya sebagai sebuah kehormatan.

“Ini tugas perdana saya setelah menerima dhawuh dari SISKS Pakoe Boewono XIV. Saya menjalankannya dengan penuh tanggung jawab, dan berharap kehadiran Karaton Surakarta memberi kontribusi nyata bagi persaudaraan empat istana,” kata dia.

Pagelaran ditutup dengan persembahan seni tradisi dari masing-masing istana, mempertegas harmoni olah pikir, olah raga, dan olah jiwa sebagaimana tema Kalyana. Catur Sagatra 2025 meninggalkan pesan kuat bahwa perempuan trah Mataram Islam kini menjadi pilar penting dalam menjaga keluhuran budaya Mataram. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat
Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi
Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul
Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta
15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
24 Dalang Muda Kulon Progo Tampil Memukau di Festival Pedalangan 2026
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:27 WIB

Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:47 WIB

Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:07 WIB

Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:24 WIB

Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page