Haul Ke-171 Diponegoro: Merawat Ingatan Perlawanan dan Kedaulatan Bangsa

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penampilan kesenian angklung oleh panti asuhan binasiwi Sendangsari, Pajangan, Bantul pada acara Haul Pangeran Diponegoro ke-171.

 

Yogyakarta, opinijogja – Seratus tujuh puluh satu tahun setelah wafatnya Bendoro Pangeran Haryo Diponegoro, sosok pemimpin besar Perang Jawa kembali diperingati sebagai simbol perlawanan dan kedaulatan bangsa. Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar peringatan haul ke-171 Diponegoro di nDalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro, Yogyakarta, Kamis Kliwon, 8 Januari 2026.

Diponegoro wafat pada 8 Januari 1855 dalam usia 69 tahun. Ia dikenang sebagai pemimpin tertinggi Perang Jawa 1825–1830, sebuah perang rakyat berskala luas yang mengguncang fondasi kolonialisme Hindia Belanda dan menandai babak penting dalam sejarah perlawanan bangsa di Nusantara.

Ketua Panitia Haul Ke-171 Diponegoro, R. Dwi Akseptoro TY, menyatakan peringatan haul ini tidak dimaksudkan sekadar sebagai ritual tahunan. “Haul ini adalah ikhtiar merawat ingatan kolektif tentang keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan Diponegoro kepada rakyat,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an, pelantunan shalawat Nabi, dan tahlil, dilanjutkan dengan istighosah serta mauidhoh hasanah. Doa dipimpin oleh Syeikh Abu Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia, bersama KH Muhammad Nilzam Yahya dan Ustad M. Yaser Arafat.

Selain ritual keagamaan, haul Diponegoro juga menghadirkan ekspresi budaya. Sejumlah kesenian ditampilkan, di antaranya kesenian angklung dari Panti Asuhan Difabel Bina Siwi Yogyakarta. Penampilan anak-anak difabel tersebut menjadi simbol bahwa warisan perjuangan Diponegoro hidup melalui keberagaman dan inklusivitas.

Dalam acara ini turut hadir perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta yang memberikan pemaparan mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Disampaikan bahwa Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional pertama yang gambarnya dicetak pada uang rupiah, yakni pada uang kertas pecahan Rp100 yang diterbitkan tahun 1951.

Baca Juga:  Pasca Lebaran 2026, BULOG DIY Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Selain itu, gambar Pangeran Diponegoro kembali digunakan pada uang kertas pecahan Rp1.000 yang diterbitkan pada tahun 1975. Fakta historis ini menegaskan posisi Diponegoro sebagai simbol perjuangan dan kedaulatan negara yang dilekatkan langsung pada identitas mata uang nasional Republik Indonesia.

Peringatan haul ini dihadiri perwakilan pemerintah daerah, TNI Angkatan Darat, alim ulama, anggota legislatif, tokoh masyarakat, santri, hingga masyarakat umum. Bagi Patra Padi, kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan luasnya pengaruh simbolik Diponegoro dalam sejarah kebangsaan.

Dalam kesempatan yang sama, Patra Padi juga menyampaikan hasil reorganisasi kepengurusan yang berlangsung pada November 2025. Estafet kepemimpinan Ketua Umum periode 2025–2029 kini diemban Saiful Achmad Diponegoro dari Makassar, menggantikan Rahadi Saptata Abra dari Yogyakarta.

Pergantian kepemimpinan ini dipandang sebagai penegasan bahwa spirit Diponegoro melampaui batas geografis Jawa. “Diponegoro bukan hanya milik satu wilayah, tetapi milik Nusantara,” kata panitia.

Patra Padi berharap peringatan haul ke-171 ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi pengingat bahwa nilai keberanian, integritas, dan perlawanan terhadap ketidakadilan, yang pernah diperjuangkan Diponegoro, tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai informasi, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) berdiri sejak 2015 dan telah berbadan hukum melalui pengesahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

(Ip/Opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Padukuhan Sayidan Libatkan Lebih dari 500 Warga
Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Raih Gelar Doktor, Kadis Kebudayaan Kulon Progo Siapkan Sendratari Topeng Sugriwa-Subali Jadi Ikon Wisata Edukasi
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Padukuhan Sayidan Libatkan Lebih dari 500 Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page