Foto: Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo sebagai momentum memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan kebersamaan. Mengusung tema “Nyawiji Anggayuh Mukti”, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi mewujudkan Argomulyo yang semakin maju, sejahtera, dan lestari budaya.
SLEMAN, opinijogja.id – Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, akan memperingati Hari Jadinya yang ke-80 dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang sarat nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan. Peringatan tahun ini menjadi yang kedua sejak tradisi Hari Jadi Kalurahan mulai diselenggarakan pada tahun lalu.
Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, mengatakan peringatan Hari Jadi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sejarah berdirinya Kalurahan Argomulyo sekaligus memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat.
“Ini merupakan peringatan Hari Jadi yang kedua. Yang pertama baru kami laksanakan tahun lalu. Harapannya, kegiatan ini menjadi tradisi yang terus dilestarikan sebagai pengingat sejarah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Kalurahan Argomulyo,” ujarnya saat dikonfirmasi opinijogja, Kamis (09/07/2026).
Danang menjelaskan, Kalurahan Argomulyo resmi berdiri pada Selasa Wage, 16 Juli 1946, hasil penggabungan empat kalurahan lama, yakni Jiwosari, Losari, Panggungsari, dan Tegalsari. Sejarah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun identitas masyarakat Argomulyo hingga saat ini.
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 akan dimulai pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan kegiatan doa bersama serta ziarah ke makam para lurah terdahulu dan tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun Kalurahan Argomulyo.
Selanjutnya, pada 16 Juli 2026 akan digelar upacara adat yang dimeriahkan dengan kirab bergada, gunungan, partisipasi masyarakat dari empat kalurahan pendahulu yang kini menjadi bagian dari Argomulyo, serta berbagai pentas seni budaya.
Kemudian, pada 17 Juli 2026 malam, masyarakat akan disuguhkan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan tiga dalang cilik dan satu dalang senior yang seluruhnya berasal dari Argomulyo.
Puncak rangkaian acara akan berlangsung pada 18 Juli 2026 malam melalui pentas ketoprak kolaborasi antara pamong Kalurahan Argomulyo bersama Paguyuban Dagelan Sleman (PADAS).
Mengusung tema “Nyawiji Anggayuh Mukti”, peringatan Hari Jadi ke-80 mengandung makna bahwa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat hanya dapat dicapai melalui persatuan, sinergi, serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Nyawiji Anggayuh Mukti berarti untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan, semua pihak, baik pemerintah kalurahan, lembaga kemasyarakatan maupun seluruh warga harus bersatu, saling bekerja sama, guyub rukun, dan bergotong royong demi mewujudkan cita-cita bersama,” jelas Danang.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran serta kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, Danang mengajak seluruh masyarakat Argomulyo untuk tetap optimistis dan menjaga semangat kebersamaan.
“Situasi ekonomi memang sedang tidak mudah. Namun saya mengajak seluruh warga Argomulyo untuk tetap semangat. Insya Allah, apabila kita terus bersatu, bekerja sama, menjaga guyub rukun dan semangat gotong royong, apa yang menjadi impian dan harapan bersama akan dapat kita wujudkan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal sebagai modal utama dalam membangun Argomulyo yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
(Ip/opinijogja)






