Foto: Bupati Sleman, Harda Kiswaya, membuka secara simbolis pagelaran wayang kulit kolosal lakon “Mahasaka” dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman di Parkir Utara Lapangan Denggung, Jumat (15/5) malam. Pagelaran budaya tersebut menampilkan kolaborasi 15 dalang wayang kulit sebagai wujud pelestarian seni dan budaya Jawa.
SLEMAN, opinijogja — Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggelar pagelaran wayang kulit kolosal bertajuk “Mahasaka” di Parkir Utara Lapangan Denggung, Tridadi, Jumat (15/5) malam.
Pagelaran yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sleman.
Ada hal berbeda dalam perayaan Hari Jadi Sleman tahun ini. Jika biasanya pagelaran wayang kulit hanya menampilkan satu dalang, kali ini sebanyak 15 dalang tampil berkolaborasi dalam satu panggung besar membawakan lakon “Mahasaka”.
Kolaborasi tersebut menghadirkan pertunjukan wayang kulit yang tidak hanya spektakuler secara artistik, tetapi juga sarat pesan moral, nilai budaya, hingga kritik sosial terhadap isu-isu kekinian.
Ke-15 dalang yang tampil yakni Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana, dan Ki Zaky Kaditama.
Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pagelaran budaya tersebut. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan media refleksi dan pengingat nilai-nilai kehidupan dalam pembangunan daerah.
“Pagelaran wayang kulit malam ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Harda.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Sleman akan terus memberikan dukungan kepada para seniman dan pelaku budaya agar warisan tradisi tetap terjaga dan tidak tergerus modernisasi.
Pagelaran “Mahasaka” pun mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Denggung untuk menyaksikan kolaborasi langka para dalang dalam satu panggung perayaan budaya terbesar di Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
(Ip/opinijogja)











