15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman, Harda Kiswaya, membuka secara simbolis pagelaran wayang kulit kolosal lakon “Mahasaka” dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman di Parkir Utara Lapangan Denggung, Jumat (15/5) malam. Pagelaran budaya tersebut menampilkan kolaborasi 15 dalang wayang kulit sebagai wujud pelestarian seni dan budaya Jawa.

 

SLEMAN, opinijogja — Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggelar pagelaran wayang kulit kolosal bertajuk “Mahasaka” di Parkir Utara Lapangan Denggung, Tridadi, Jumat (15/5) malam.

Pagelaran yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sleman.
Ada hal berbeda dalam perayaan Hari Jadi Sleman tahun ini. Jika biasanya pagelaran wayang kulit hanya menampilkan satu dalang, kali ini sebanyak 15 dalang tampil berkolaborasi dalam satu panggung besar membawakan lakon “Mahasaka”.

Kolaborasi tersebut menghadirkan pertunjukan wayang kulit yang tidak hanya spektakuler secara artistik, tetapi juga sarat pesan moral, nilai budaya, hingga kritik sosial terhadap isu-isu kekinian.

Ke-15 dalang yang tampil yakni Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana, dan Ki Zaky Kaditama.

Baca Juga:  Klaten Bukan Sekadar Umbul dan Gemerlap Alun-alun

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pagelaran budaya tersebut. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan media refleksi dan pengingat nilai-nilai kehidupan dalam pembangunan daerah.

“Pagelaran wayang kulit malam ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Harda.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Sleman akan terus memberikan dukungan kepada para seniman dan pelaku budaya agar warisan tradisi tetap terjaga dan tidak tergerus modernisasi.
Pagelaran “Mahasaka” pun mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Denggung untuk menyaksikan kolaborasi langka para dalang dalam satu panggung perayaan budaya terbesar di Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

(Ip/opinijogja)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
24 Dalang Muda Kulon Progo Tampil Memukau di Festival Pedalangan 2026
Kirab Pamong DIY Sambut 80 Tahun Sri Sultan HB X, Argomulyo Bawa Pisungsung Hasil Bumi
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan
Padusan Jadi Tradisi Penyambut Ramadhan Masyarakat Jawa
Imlek 2577, KAI Daop 6 Yogyakarta Meriahkan Stasiun dengan Barongsai dan Jeruk Mandarin
Perayaan Imlek di Yogyakarta Berlangsung Sederhana Tanpa Pesta Kembang Api
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:58 WIB

Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo

Senin, 11 Mei 2026 - 10:56 WIB

24 Dalang Muda Kulon Progo Tampil Memukau di Festival Pedalangan 2026

Rabu, 1 April 2026 - 14:22 WIB

Kirab Pamong DIY Sambut 80 Tahun Sri Sultan HB X, Argomulyo Bawa Pisungsung Hasil Bumi

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:23 WIB

Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul

Berita Terbaru

Opinijogja

Negara untuk Siapa? Beras Ekspor Murah, Rakyat Diperas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:29 WIB