Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengikuti prosesi jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih di Pendopo Parasamya, Sleman, Senin (13/7/2026). Tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Suro ini menjadi wujud pelestarian warisan budaya sekaligus simbol berkah, welas asih, dan pengayoman bagi masyarakat Kabupaten Sleman. (Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman)

 

SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menggelar tradisi jamasan pusaka Tombak Kyai Turunsih di Pendopo Parasamya, Senin (13/7/2026). Prosesi sakral yang berlangsung setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa atau Muharam dalam kalender Hijriah ini menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus merawat pusaka daerah yang sarat nilai filosofis.

Prosesi jamasan dilakukan oleh para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta sebagai bentuk penyucian dan perawatan pusaka milik Pemerintah Kabupaten Sleman. Tombak Kyai Turunsih merupakan pusaka resmi yang dianugerahkan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai petenger atau tanda kehormatan pada peringatan Hari Jadi ke-83 Kabupaten Sleman, 15 Mei 1999.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama jajaran pejabat Pemkab Sleman turut mengikuti rangkaian upacara tersebut. Menurut Danang, tradisi jamasan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya takbenda yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat.

Baca Juga:  Tekan Stunting dan TBC hingga Kalurahan, Wabup Sleman Ajak PKK Perkuat Kolaborasi

“Tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya, pusaka Tombak Kyai Turunsih juga menjadi simbol berkah dan pengayoman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sleman,” ujar Danang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Abdi Dalem Keraton Yogyakarta serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan prosesi jamasan.

“Terima kasih kepada para abdi dalem dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan jamasan pusaka ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas demi menyejahterakan masyarakat Kabupaten Sleman,” katanya.

Secara filosofis, nama Turunsih bermakna turunnya rasa kasih sayang atau simbol welas asih. Nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi para pemimpin maupun masyarakat Sleman untuk terus mengedepankan semangat saling mencintai, peduli, dan mengutamakan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Tombak Kyai Turunsih memiliki pamor Beras Wutah, yang melambangkan Kabupaten Sleman sebagai salah satu lumbung pangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Filosofi tersebut menjadi pengingat agar nilai-nilai agraris yang telah lama menjadi identitas Sleman terus dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi
Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul
Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta
15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
24 Dalang Muda Kulon Progo Tampil Memukau di Festival Pedalangan 2026
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:27 WIB

Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:47 WIB

Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:07 WIB

Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:24 WIB

Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page