Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta kirab budaya Bersih Desa Banyurip berfoto bersama sebelum prosesi gunungan hasil bumi di Sendang Banyurip, Serut, Gedangsari, Gunungkidul.

 

GUNUNGKIDUL, opinijogja – Ratusan warga memadati kawasan Sendang Banyurip, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, dalam perhelatan tradisi Bersih Desa atau Sadranan Banyurip, Senin (27/7/2026). Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan gotong royong tersebut berlangsung meriah dengan kirab gunungan hasil bumi hingga pagelaran seni tradisional.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai padukuhan di Kalurahan Serut dan wilayah sekitarnya berkumpul mengikuti rangkaian acara yang juga dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Forkopimkap Gedangsari, Bamuskal Serut, KUA Gedangsari, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan.

Puncak kemeriahan terjadi saat gunungan berisi aneka hasil pertanian dan perkebunan diarak menuju lokasi acara. Setelah didoakan bersama, gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga yang percaya hasil bumi dari gunungan membawa keberkahan dan menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Lurah Serut, Sugiyanta, mengatakan tradisi Bersih Desa Banyurip merupakan warisan budaya yang terus dijaga masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana mempererat persatuan warga.

“Kami memohon doa restu seluruh masyarakat agar kegiatan Bersih Desa Banyurip dapat berjalan lancar. Kebersamaan dan persatuan yang terlihat hari ini menunjukkan masyarakat Serut masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya,” ujarnya.

Menurut Sugiyanta, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi kirab gunungan hasil bumi. Pada siang hari masyarakat juga disuguhi pertunjukan jathilan, sementara malam harinya akan digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Balai Kalurahan Serut.

Baca Juga:  Prosesi Awal Labuhan Ageng Merapi Digelar, Utusan Dalem Kraton Yogyakarta Serahkan 11 Macam Ubo Rampe

Selain menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tradisi tersebut, Sugiyanta juga menyampaikan harapan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur di wilayah Serut. Ia menilai masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah, termasuk akses jalan kabupaten yang hingga kini belum mendapatkan pembangunan aspal.

“Jalan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan. Selain itu, beberapa padukuhan juga membutuhkan dukungan sarana untuk menghadapi musim kemarau,” katanya.

Sementara itu, Supriyanto yang hadir mewakili Bupati Gunungkidul memberikan apresiasi terhadap semangat warga dalam menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, tradisi Bersih Desa Banyurip menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Gunungkidul masih memegang teguh nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

“Budaya adalah warisan yang harus dijaga bersama. Tradisi seperti Bersih Desa Banyurip menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Tradisi Bersih Desa Banyurip tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi daya tarik yang mampu menghadirkan kebersamaan lintas generasi. Antusiasme warga yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan dan menjadi identitas budaya yang terus dijaga keberlangsungannya.

(Pay/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat
Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi
Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta
15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan
Harda Kiswaya Ajak Warga Pakem Perkuat Jati Diri Lewat Tradisi Bedhol Projo
24 Dalang Muda Kulon Progo Tampil Memukau di Festival Pedalangan 2026
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Ratusan Warga dan Bregada Rakyat Datangi Polda DIY, Serukan Tolak Kekerasan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:27 WIB

Jamasan Tombak Kyai Turunsih Digelar di Sleman, Simbol Berkah, Welas Asih, dan Pengayoman Masyarakat

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:47 WIB

Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo , Lurah Danang Ajak Warga Guyub Rukun Hadapi Tantangan Ekonomi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:07 WIB

Ratusan Warga Rebutan Gunungan Hasil Bumi di Tradisi Bersih Desa Banyurip Gunungkidul

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:24 WIB

Merti Umbul Temanten di Lereng Merapi, Tradisi Leluhur Penjaga Sumber Air hingga Kota Yogyakarta

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:16 WIB

15 Dalang Pentas Semalam Suntuk di Hari Jadi ke-110 Sleman, Lakon “Mahasaka” Jadi Sorotan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page