RSUD Prambanan Audit Internal Kasus Meninggalnya Balita Usai CT Scan, Tunggu Pertemuan dengan Keluarga

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: RSUD Prambanan menyatakan masih melakukan audit medis internal terkait kasus meninggalnya balita usai menjalani tindakan CT Scan. Manajemen rumah sakit juga menunggu penjadwalan pertemuan dengan keluarga korban melalui kuasa hukum untuk memberikan penjelasan secara langsung. (Foto: Dok. RSUD Prambanan)

 

SLEMAN, opinijogja – Manajemen RSUD Prambanan menyatakan masih melakukan audit medis internal terkait meninggalnya seorang balita berinisial NDMP (3 tahun 11 bulan) usai menjalani tindakan medis di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Prambanan, drg. Ratih Susila, M.P.H., mengatakan pihak rumah sakit saat ini juga tengah menunggu penjadwalan pertemuan dengan keluarga korban melalui kuasa hukumnya untuk memberikan penjelasan secara langsung.

“Saat ini rumah sakit terus melakukan proses audit medis dan juga sedang menunggu waktu penjadwalan untuk tim medis memberikan penjelasan langsung kepada keluarga melalui kuasa hukumnya,” kata Ratih saat dikonfirmasi opinijogja, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ratih, hingga saat ini pihak rumah sakit masih menunggu kepastian jadwal dari kuasa hukum keluarga korban.

“Kami juga dalam posisi sedang menunggu jadwal dari pihak kuasa hukum keluarga. Demikian update sampai saat ini,” ujarnya.

Kasus tersebut mencuat setelah Tim Kuasa Hukum dari Divisi Bantuan Hukum Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta (FPAY) resmi mendampingi Anastacia Niken Purwandari untuk melaporkan dugaan kelalaian medis ke pihak kepolisian.

Baca Juga:  Mukerprov PMI DIY 2026 Digelar di Sleman, Jangkau Lebih dari 2 Juta Penerima Manfaat Sepanjang 2025

Laporan itu berkaitan dengan meninggalnya putri Anastacia berinisial NDMP yang disebut meninggal dunia setelah menjalani tindakan medis di RSUD Prambanan pada akhir April 2026.

Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum keluarga, peristiwa bermula ketika korban menjalani pemeriksaan lanjutan di Poli Anak RSUD Prambanan pada 27 April 2026. Setelah mendapat rujukan untuk pemeriksaan CT Scan, korban disebut menjalani prosedur sedasi sebelum akhirnya mengalami kondisi kritis dan meninggal dunia pada 28 April 2026 dini hari.

Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam rangkaian penanganan medis yang dilakukan dan meminta adanya transparansi terkait penyebab kematian korban.

Sementara itu, tim kuasa hukum FPAY menyatakan akan mengawal proses hukum dan meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara objektif dengan melibatkan ahli medis independen. Mereka juga mendorong penggunaan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan risiko medis atau terdapat unsur kelalaian medis.

Hingga saat ini, proses audit medis internal RSUD Prambanan masih berlangsung. Pihak rumah sakit menyatakan akan memberikan penjelasan kepada keluarga setelah agenda pertemuan antara tim medis dan kuasa hukum keluarga dapat dijadwalkan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gizi Balita dan Kesehatan Ibu Hamil Jadi Fokus Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214
Hina Masyarakat Minang, Abu Janda Dilaporkan ke Polda DIY atas Dugaan Ujaran Kebencian
Iwan Setyawan Mundur dari Ketua DPC Peradi Sleman usai Diangkat Jadi Waketum DPN
Dugaan Sertifikasi Satpam Bodong di Yogyakarta Diminta Diusut Tuntas
Puluhan Satpam Outsourcing di Yogya Diduga Tertipu Sertifikasi, Kerugian Rp180 Juta
DPN PERADI 2026–2031 Dilantik, Iwan Setyawan Tekankan Tanggung Jawab Konstitusional Advokat
Diduga Ubah Status Kredit Sepihak, Nasabah Laporkan Bank Danagung ke Polda DIY
Sengketa Rumah dengan BPR Mlati Pundi Arta, Pemilik Siap Melawan Gugatan di PN Sleman
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:26 WIB

Gizi Balita dan Kesehatan Ibu Hamil Jadi Fokus Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:38 WIB

RSUD Prambanan Audit Internal Kasus Meninggalnya Balita Usai CT Scan, Tunggu Pertemuan dengan Keluarga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:08 WIB

Hina Masyarakat Minang, Abu Janda Dilaporkan ke Polda DIY atas Dugaan Ujaran Kebencian

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:46 WIB

Iwan Setyawan Mundur dari Ketua DPC Peradi Sleman usai Diangkat Jadi Waketum DPN

Rabu, 22 April 2026 - 12:16 WIB

Dugaan Sertifikasi Satpam Bodong di Yogyakarta Diminta Diusut Tuntas

Berita Terbaru

Breaking news

RAKYAT MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN EKSPERIMEN KEKUASAAN!

Senin, 15 Jun 2026 - 02:18 WIB

Hukum dan Kriminal

Polres Klaten Ungkap 15 Kasus Narkoba dalam 4 Bulan, 23 Tersangka Ditangkap

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:06 WIB