RAKYAT MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN EKSPERIMEN KEKUASAAN!

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: leaflet aksi Demo

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Aliansi Poros Keadilan Mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (FBE UII) akan menggelar aksi penyampaian pendapat pada Senin (15/6/2026) sebagai bentuk respons terhadap berbagai persoalan ekonomi, sosial, dan politik yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Massa aksi dijadwalkan berkumpul di LKBH UII, Jalan Lawu Nomor 3, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, sebelum bergerak menuju titik aksi.

Koordinator Umum Aliansi Poros Keadilan Mahasiswa, Muhammad Alamsyah dan Tanriq Vario Bagaspatih, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, persoalan lapangan pekerjaan, hingga berbagai kebijakan publik yang dinilai perlu dievaluasi.

Menurut keduanya, rakyat membutuhkan kepastian hidup dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Karena itu, mahasiswa merasa perlu menyampaikan aspirasi secara terbuka sebagai bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada dalam koridor konstitusi dan kepentingan rakyat. Ketika berbagai persoalan masyarakat belum terjawab dengan baik, maka suara kritis harus terus disampaikan,” ujar Muhammad Alamsyah.

Senada dengan itu, Tanriq Vario Bagaspatih menegaskan bahwa aksi tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  PHRI DIY Soroti Dampak KBLI 2025, Desak Pemerintah Perkuat Sosialisasi Regulasi Pariwisata

Dalam aksi tersebut, Aliansi Poros Keadilan Mahasiswa membawa enam tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:

1.Menuntut penghentian total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (KOPDES) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh terkait efektivitas dan dampaknya terhadap keuangan negara.

2.Menuntut pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta mengendalikan harga kebutuhan pokok guna menjaga daya beli masyarakat.

3.Menuntut perbaikan tata kelola kebijakan fiskal dan keuangan negara agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

4.Menuntut kejelasan progres reformasi Kepolisian Republik Indonesia serta percepatan pembahasan revisi Undang-Undang Polri guna memperkuat akuntabilitas institusi kepolisian.

5.Menuntut penghentian praktik militerisme dalam ranah sipil serta menjamin tegaknya prinsip supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.

6.Menuntut pemerintah memperbaiki pola komunikasi publik, meningkatkan keterbukaan informasi, serta mengakui dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.

Melalui aksi ini, Aliansi Poros Keadilan Mahasiswa berharap pemerintah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi rakyat serta membuka ruang dialog yang sehat demi terwujudnya kebijakan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Aksi tersebut mengusung tema “Rakyat Membutuhkan Kepastian, Bukan Eksperimen Kekuasaan” sebagai bentuk seruan agar pemerintah lebih fokus pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UGM Sebut Budiman Sudjatmiko Pengkhianat Reformasi, Talkshow Pancasila Sempat Terhenti
Terungkap! BPBD Sleman Pastikan Api Misterius di Seyegan Bukan dari Gas Alam, Polisi Dalami Penyebabnya
Sultan HB X soal Aksi Mahasiswa UII: Silakan Demonstrasi, Asal Jangan Rugikan Publik
Ratusan Staf Notaris-PPAT Geruduk BPN Sleman, Keluhkan Lambatnya Pengurusan Sertifikat
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola
Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian
Viral Tarif Parkir Denggung Rp6.000, Pengelola Tegaskan Hanya Berlaku Saat Event
Kepala DPUPKP Sleman: Jangan Simpan Masalah Sendiri
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:07 WIB

Mahasiswa UGM Sebut Budiman Sudjatmiko Pengkhianat Reformasi, Talkshow Pancasila Sempat Terhenti

Senin, 15 Juni 2026 - 14:45 WIB

Terungkap! BPBD Sleman Pastikan Api Misterius di Seyegan Bukan dari Gas Alam, Polisi Dalami Penyebabnya

Senin, 15 Juni 2026 - 02:18 WIB

RAKYAT MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN EKSPERIMEN KEKUASAAN!

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:29 WIB

Ratusan Staf Notaris-PPAT Geruduk BPN Sleman, Keluhkan Lambatnya Pengurusan Sertifikat

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page