Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Yani Fathurrahman memetik melon saat peresmian Wisata Petik Melon Satya Hinggil Farm di Cangkringan, Sleman. Agrowisata berbasis greenhouse ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi pedesaan dan menjadi percontohan bagi petani muda.

 

SLEMAN, opinijogja – Kabupaten Sleman kembali menambah destinasi wisata berbasis pertanian. Wisata Petik Melon di Satya Hinggil Farm, Dusun Sintoan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, resmi dibuka untuk umum pada Sabtu (13/6/2026).

Destinasi agrowisata yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, yakni memetik sendiri buah melon langsung dari tanaman yang dibudidayakan di dalam greenhouse modern.

Peresmian wisata petik melon ini dihadiri Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman, S.Pd.I., Panewu Cangkringan Tamzis Sarwana, S.Sos., M.I.P. S.I.P. perwakilan pemerintah kalurahan, para dukuh, serta masyarakat sekitar.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama warga, dilanjutkan seremoni launching yang diisi sambutan Panewu Cangkringan, doa bersama yang dipimpin Ketua BPK Wukirsari, serta pemotongan tumpeng oleh Yani Fathurrahman.

Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan pintu greenhouse oleh pemilik Satya Hinggil Farm, Satya. Setelah dibuka, para pengunjung langsung dipersilakan masuk untuk merasakan sensasi memetik buah melon segar langsung dari pohonnya.

Satya Hinggil Farm menghadirkan dua varietas melon unggulan, yakni Kahori dan Lavender. Pengunjung dapat memilih sendiri buah yang diinginkan, memetiknya secara langsung, kemudian membawanya pulang.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pembukaan. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati wisata edukatif sekaligus mengenal lebih dekat teknologi pertanian modern berbasis greenhouse.

Dalam rangka pembukaan, pengelola memberikan promo khusus pada 13–14 Juni 2026. Jika pada hari biasa harga melon mencapai Rp57.000 per kilogram, khusus akhir pekan pembukaan pengunjung cukup membayar Rp30.000 per kilogram.

Baca Juga:  Sampah 300 Ton Sehari, Ganjar Minta Kader PDIP Jogja Bergerak

Ketua Fraksi PKS DPRD Sleman, Yani Fathurrahman, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Satya Hinggil Farm dalam mengembangkan pertanian modern yang dipadukan dengan sektor pariwisata.

“Kami mengapresiasi hadirnya greenhouse Satya Hinggil Farm di wilayah Cangkringan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi para petani untuk terus mengembangkan pertanian modern yang mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Yani.

Menurutnya, keberadaan agrowisata seperti Wisata Petik Melon memiliki dampak yang lebih luas karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

“Harapannya ini bisa meningkatkan kunjungan wisata ke wilayah pedesaan. Ketika wisatawan datang, uang akan berputar di desa sehingga masyarakat sekitar juga merasakan manfaat ekonominya. Dengan semakin dikenalnya wisata pedesaan, tentu akan menambah penghasilan warga dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Yani juga berharap konsep pertanian modern yang dikembangkan Satya Hinggil Farm dapat menjadi model bagi generasi muda yang ingin terjun ke sektor pertanian.

“Kami berharap model seperti ini bisa menjadi percontohan dan diduplikasi oleh petani-petani muda lainnya. Pertanian saat ini harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan kreativitas agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, termasuk melalui pengembangan agrowisata,” tambahnya.

Melalui pengembangan pertanian berbasis teknologi greenhouse dan konsep wisata petik buah, Satya Hinggil Farm diharapkan mampu menjadi salah satu ikon agrowisata baru di Sleman. Selain menarik wisatawan, keberadaannya juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi pedesaan, membuka peluang usaha baru, serta mendorong lahirnya lebih banyak petani muda yang mengembangkan pertanian modern dan berdaya saing.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakar Hukum: Indonesia Emas 2045 Bisa Berubah Jadi Indonesia yang Kehilangan Arah
Gunungkidul Night Specta 2026 Bidik Rekor MURI dan Dongkrak Wisata, Jadi Etalase Gunung Sewu Geopark
Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun
Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026
Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Gelar Sinau Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Berbasis Keluarga untuk Cegah Kejahatan Jalanan
Harlah Pancasila 2026, PDIP Kota Yogyakarta Desak Pemerintah Terapkan Kebijakan Pro Rakyat
Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo
Hikmati Pesan Idul Adha 1447 H, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto Ajak Masyarakat Bangkitkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:11 WIB

Pakar Hukum: Indonesia Emas 2045 Bisa Berubah Jadi Indonesia yang Kehilangan Arah

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:12 WIB

Gunungkidul Night Specta 2026 Bidik Rekor MURI dan Dongkrak Wisata, Jadi Etalase Gunung Sewu Geopark

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:00 WIB

Resmikan Wisata Petik Melon, Yani Fathurrahman Sebut Agrowisata Bisa Dongkrak Ekonomi Desa

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:39 WIB

Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:51 WIB

Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026

Berita Terbaru

Opinijogja

Negeri dalam Genggaman Layar

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:41 WIB

You cannot copy content of this page