Foto: Yani Fathurrahman memetik melon saat peresmian Wisata Petik Melon Satya Hinggil Farm di Cangkringan, Sleman. Agrowisata berbasis greenhouse ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi pedesaan dan menjadi percontohan bagi petani muda.
SLEMAN, opinijogja – Kabupaten Sleman kembali menambah destinasi wisata berbasis pertanian. Wisata Petik Melon di Satya Hinggil Farm, Dusun Sintoan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, resmi dibuka untuk umum pada Sabtu (13/6/2026).
Destinasi agrowisata yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, yakni memetik sendiri buah melon langsung dari tanaman yang dibudidayakan di dalam greenhouse modern.
Peresmian wisata petik melon ini dihadiri Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman, S.Pd.I., Panewu Cangkringan Tamzis Sarwana, S.Sos., M.I.P. S.I.P. perwakilan pemerintah kalurahan, para dukuh, serta masyarakat sekitar.
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama warga, dilanjutkan seremoni launching yang diisi sambutan Panewu Cangkringan, doa bersama yang dipimpin Ketua BPK Wukirsari, serta pemotongan tumpeng oleh Yani Fathurrahman.
Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan pintu greenhouse oleh pemilik Satya Hinggil Farm, Satya. Setelah dibuka, para pengunjung langsung dipersilakan masuk untuk merasakan sensasi memetik buah melon segar langsung dari pohonnya.
Satya Hinggil Farm menghadirkan dua varietas melon unggulan, yakni Kahori dan Lavender. Pengunjung dapat memilih sendiri buah yang diinginkan, memetiknya secara langsung, kemudian membawanya pulang.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pembukaan. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati wisata edukatif sekaligus mengenal lebih dekat teknologi pertanian modern berbasis greenhouse.
Dalam rangka pembukaan, pengelola memberikan promo khusus pada 13–14 Juni 2026. Jika pada hari biasa harga melon mencapai Rp57.000 per kilogram, khusus akhir pekan pembukaan pengunjung cukup membayar Rp30.000 per kilogram.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sleman, Yani Fathurrahman, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Satya Hinggil Farm dalam mengembangkan pertanian modern yang dipadukan dengan sektor pariwisata.
“Kami mengapresiasi hadirnya greenhouse Satya Hinggil Farm di wilayah Cangkringan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi para petani untuk terus mengembangkan pertanian modern yang mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Yani.
Menurutnya, keberadaan agrowisata seperti Wisata Petik Melon memiliki dampak yang lebih luas karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
“Harapannya ini bisa meningkatkan kunjungan wisata ke wilayah pedesaan. Ketika wisatawan datang, uang akan berputar di desa sehingga masyarakat sekitar juga merasakan manfaat ekonominya. Dengan semakin dikenalnya wisata pedesaan, tentu akan menambah penghasilan warga dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Yani juga berharap konsep pertanian modern yang dikembangkan Satya Hinggil Farm dapat menjadi model bagi generasi muda yang ingin terjun ke sektor pertanian.
“Kami berharap model seperti ini bisa menjadi percontohan dan diduplikasi oleh petani-petani muda lainnya. Pertanian saat ini harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan kreativitas agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, termasuk melalui pengembangan agrowisata,” tambahnya.
Melalui pengembangan pertanian berbasis teknologi greenhouse dan konsep wisata petik buah, Satya Hinggil Farm diharapkan mampu menjadi salah satu ikon agrowisata baru di Sleman. Selain menarik wisatawan, keberadaannya juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi pedesaan, membuka peluang usaha baru, serta mendorong lahirnya lebih banyak petani muda yang mengembangkan pertanian modern dan berdaya saing.
(Ip/opinijogja)









