Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mahasiswa UGM bersama ibu-ibu PKK Kampung Jurugsari berfoto usai kegiatan penanaman sayuran dengan memanfaatkan pupuk organik hasil olahan limbah rumah tangga melalui Smart Compost Vessel sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Condongcatur, Sleman.

 

SLEMAN, opinijogja.id – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan keluarga melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).

Program bertajuk Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm itu diwujudkan melalui kegiatan penanaman sayuran bersama 13 anggota PKK Kampung Jurugsari di Pusat Pelatihan Tumandur, RW 57, Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (30/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta menanam berbagai jenis sayuran menggunakan pupuk organik cair (POC) dan kompos hasil pengolahan limbah rumah tangga melalui Smart Compost Vessel. Konsep ini mengajarkan masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya hingga menjadi pupuk yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan sehat dari pekarangan.

Baca Juga:  Sekwan DPRD DIY Dorong Pelajar Melek Demokrasi Lewat Kunjungan Edukatif

Ketua Tim PKM-PM UGM, Siti Nur Khasanah, mengatakan program ini bertujuan membuktikan bahwa limbah organik memiliki nilai guna bagi lingkungan dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik rumah tangga tidak berhenti sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi pupuk organik cair dan kompos yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Harapannya, masyarakat dapat membangun pekarangan produktif yang menyediakan pangan sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ketua RW 57 Kampung Jurugsari, Purwoko, mengapresiasi program tersebut karena membantu mengurangi sampah rumah tangga sekaligus mendorong terbentuknya pekarangan produktif. Sementara Ketua PKK Kampung Jurugsari, Rini, berharap para ibu PKK menjadi pelopor pengelolaan sampah organik di lingkungan masing-masing.

Melalui Program Tumandur, mahasiswa UGM berharap masyarakat semakin mandiri dalam mengelola limbah organik dan memanfaatkannya untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

(Jon/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian
Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026
Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah
SMK Negeri 2 Gedangsari Bidik Status BLUD, Perkuat Sertifikasi Internasional dan Serapan Lulusan
Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
334 Siswa MAN 1 Klaten Lulus 100 Persen, 60 Diterima PTN Jalur Prestasi Tanpa Tes
Yani Fathurrahman: Pendidikan Harus Jadi Prioritas, PKS Soroti Pola Pikir dan Angka Putus Sekolah di Sleman
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:02 WIB

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:52 WIB

Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:17 WIB

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page