Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Muhamad Nurrochmawardi, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Kabupaten Sleman, saat dikonfirmasi Opinijogja, Senin (08/06/2026).

 

SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat ketahanan sumber daya air melalui program pemeliharaan embung dan sumber mata air. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan di daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Kabupaten Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, mengatakan saat ini pemerintah sedang melaksanakan rehabilitasi tiga embung yang tersebar di beberapa wilayah Sleman. Masa pelaksanaan pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga minggu.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran rehabilitasi tersebut yakni Embung Barepan di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Embung Karanggneng di Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, dan Embung Klampeyan di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

“Kegiatan pemeliharaan embung dan sumber mata air ini merupakan salah satu upaya memperkuat ketahanan sumber daya air di Kabupaten Sleman,” ujar Nurrochmawardi saat dikonfirmasi Opinijogja, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keberadaan embung memiliki peran strategis sebagai penyangga kebutuhan air pertanian, terutama saat musim kemarau. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi langkah penting agar fungsi embung tetap optimal.

Selain embung, Sleman juga memiliki potensi sumber daya air yang besar. Tercatat terdapat 374 sumber mata air yang tersebar di berbagai wilayah dan menjadi penopang kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian.

Baca Juga:  Ketua Umum FKBN Nilai Pasar Bela Negara Sleman Layak Jadi Role Model Nasional

Namun demikian, pengelolaan embung dan sumber mata air masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain keterbatasan anggaran, keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dinilai perlu terus diperkuat.

Nurrochmawardi menekankan pentingnya peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi di tingkat lapangan. Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan air secara bijak harus terus dilakukan agar ketersediaan air dapat terjaga untuk generasi mendatang.

“Peran P3A perlu ditingkatkan, termasuk edukasi kepada masyarakat dan petani terkait pemanfaatan air secara bijak,” katanya.

Ia juga menyoroti perlunya regenerasi anggota P3A. Saat ini banyak anggota aktif yang telah berusia lanjut sehingga dibutuhkan keterlibatan generasi muda agar pengelolaan jaringan irigasi dapat berlangsung secara berkesinambungan.

“Peremajaan anggota juga penting karena banyak yang sekarang sudah sepuh. Kami berharap generasi muda ikut terlibat dalam pengelolaan air dan irigasi di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap perbaikan infrastruktur air, optimalisasi embung, pelestarian sumber mata air, serta penguatan kelembagaan petani dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung produktivitas pertanian.

“Kami berharap kemandirian pangan benar-benar terwujud di Sleman dengan dukungan irigasi yang mantap dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM Naik, Dishub Sleman Pastikan Bus Sekolah Gratis Tetap Beroperasi Optimal
Bupati Sleman Hadiri Wiwitan Tani Sinduadi, Soroti Ancaman Alih Fungsi Lahan Pertanian
Anggaran Bina Marga Sleman Naik Jadi Rp108 Miliar, 29 Ruas Jalan dan 3 Jembatan Masuk Program Perbaikan 2026
Pemkab Sleman Gandeng BSI, Bayar Pajak Daerah Kini Bisa Dilakukan Secara Digital
Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian
Reforma Agraria Jadi Penopang Ketahanan Pangan, ATR/BPN Perkuat Penataan Akses di DIY
Viral Tarif Parkir Denggung Rp6.000, Dishub Sleman Revisi Papan Informasi dan Tegaskan Tarif Sesuai Perda
HLUN 2026, Lansia DIY Belajar Pertanian Modern di Jogja Agro Park
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WIB

Harga BBM Naik, Dishub Sleman Pastikan Bus Sekolah Gratis Tetap Beroperasi Optimal

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:40 WIB

Bupati Sleman Hadiri Wiwitan Tani Sinduadi, Soroti Ancaman Alih Fungsi Lahan Pertanian

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:07 WIB

Anggaran Bina Marga Sleman Naik Jadi Rp108 Miliar, 29 Ruas Jalan dan 3 Jembatan Masuk Program Perbaikan 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:05 WIB

Pemkab Sleman Gandeng BSI, Bayar Pajak Daerah Kini Bisa Dilakukan Secara Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 11:50 WIB

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Berita Terbaru

Breaking news

RAKYAT MEMBUTUHKAN KEPASTIAN, BUKAN EKSPERIMEN KEKUASAAN!

Senin, 15 Jun 2026 - 02:18 WIB

Hukum dan Kriminal

Polres Klaten Ungkap 15 Kasus Narkoba dalam 4 Bulan, 23 Tersangka Ditangkap

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:06 WIB