Foto: Suasana pembukaan OPSY SMP/MTs 2026 di Taman Pintar Yogyakarta yang dihadiri ratusan peserta dan pengunjung. Ajang ini menjadi wadah pelajar memamerkan hasil penelitian serta inovasi di bidang sains, teknologi, dan sosial.
YOGYAKARTA, opinijogja.id – Olimpiade Penelitian Siswa Yogyakarta (OPSY) SMP/MTs Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta berlangsung sukses di Taman Pintar Yogyakarta pada 14–15 Juli 2026. Selama dua hari pelaksanaan, ribuan pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung berbagai hasil penelitian inovatif karya pelajar SMP dan MTs se-Kota Yogyakarta.
Ajang ilmiah tahunan tersebut merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah dimulai sejak Januari 2026. Dari ratusan peserta yang mengikuti proses seleksi, lebih dari 200 finalis berhasil lolos dan memamerkan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian mereka pada tiga bidang, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Penelitian Terapan, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Berbagai karya yang dipamerkan menawarkan solusi atas beragam persoalan di lingkungan sekitar, mulai dari isu lingkungan, kesehatan, teknologi tepat guna hingga inovasi sosial. Tingginya antusiasme masyarakat membuat suasana pameran berlangsung meriah dan menjadi daya tarik tersendiri di Taman Pintar Yogyakarta.
Salah satu finalis dari SMP Negeri 3 Yogyakarta, Areli, bersama rekannya Kenzo, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti OPSY 2026. Penelitian yang mereka lakukan berfokus pada pembuatan eco enzyme dari limbah buah dan sayur untuk membantu mengurangi pencemaran udara di sekitar Pabrik Gula Madukismo.
“Seru dan menantang. Kami melakukan riset pembuatan eco enzyme dari limbah buah dan sayur untuk membantu mengatasi pencemaran udara di sekitar Pabrik Gula Madukismo. Produk kami sudah diuji coba di rumah-rumah warga dan alhamdulillah berhasil meraih Juara Harapan I,” ujar Areli.
Guru pembimbing SMP Negeri 3 Yogyakarta, Indah Rahmadhanti, S.Pd., menilai kompetisi penelitian seperti OPSY mampu membentuk karakter sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik.
“Melalui OPSY, siswa belajar berinovasi, memecahkan masalah, bekerja sama, pantang menyerah, serta mampu mengomunikasikan hasil penelitiannya dengan baik. Inilah kompetensi yang ingin terus dikembangkan di dunia pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Panitia OPSY 2026 dari Disdikpora Kota Yogyakarta, Anjas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, dewan juri, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Selamat kepada seluruh finalis dan para juara. Bagi yang belum berhasil menjadi juara, tetap semangat karena kalian semua adalah anak-anak hebat yang telah menunjukkan karya terbaiknya,” ujarnya.
Anjas juga memberikan penghargaan kepada tim dewan juri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang telah melaksanakan proses penilaian secara profesional dan objektif.
Menurutnya, OPSY diharapkan terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang inovatif, memiliki budaya riset yang kuat, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat melalui penelitian yang bermanfaat.
Keberhasilan penyelenggaraan OPSY SMP/MTs 2026 menjadi bukti tingginya semangat riset di kalangan pelajar Kota Yogyakarta sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menumbuhkan budaya ilmiah dan inovasi sejak usia dini.
(Ip/opinijogja)






