Foto: Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi tampil dalam pengukuhan Duta SMA Nasional 2026 di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
SLEMAN, opinijogja.id — Sebanyak 76 pelajar dari 38 provinsi di Indonesia resmi dikukuhkan sebagai Duta SMA 2026 dalam rangkaian Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA yang digelar di Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Merajut Makna”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kepemimpinan, kreativitas, kepedulian sosial, sekaligus menjadi teladan bagi teman sebaya.
Pengukuhan berlangsung di Resto Kinara Kinari Plataran Candi Prambanan, Sleman. Para Duta SMA 2026 akan menjalankan masa bakti hingga Juli 2027 dengan membawa semangat “Pelantang Sebaya, Bangun Peradaban Bangsa.”
Salah satu Duta SMA Nasional 2026 Putri, Fidela Shahia Myiesha Susilo, siswi SMAN 1 Yogyakarta, mengaku terkejut sekaligus bahagia atas pencapaiannya.
“Saya akan berkarya dan menyusun RTL (rencana tindak lanjut) untuk teman-teman SMA di seluruh Indonesia,” ujar Fidela.
Sementara itu, Fachri Akbar Triyanto, siswa SMAN 1 Bojonegoro yang terpilih sebagai Duta SMA 2026 Putra, menyatakan komitmennya untuk mengajak para pelajar terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi negeri.
“Ke depan saya akan selalu mengajak teman-teman SMA untuk terus berkarya untuk negeri,” katanya.
Malam puncak apresiasi tersebut turut dihadiri Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) berpesan agar para Duta SMA terus mengembangkan kecerdasan sosial sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.
Melalui program Duta SMA, para pelajar diharapkan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi penggerak positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Keberadaan 76 Duta SMA dari 38 provinsi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan sekaligus menyuarakan semangat pendidikan dan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Pelantang Sebaya, Bangun Peradaban Bangsa.
(**/opinijogja)









