Foto; Panitia JIKF 2026 bersama perwakilan peserta internasional dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai konferensi pers di Yogyakarta, Rabu (1/7/2026). Festival layang-layang internasional ini akan diikuti peserta dari 17 negara dan digelar pada 10–12 Juli 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul.
YOGYAKARTA, opinijogja.id – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali hadir dengan konsep yang lebih inovatif. Tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang raksasa dari berbagai negara, festival tahun ini juga mengusung unsur edukasi melalui seminar, workshop, hingga Olimpiade Layang-Layang Pelajar.
Hal tersebut disampaikan panitia saat menggelar konferensi pers, Rabu (1/7/2026), di Yogyakarta. JIKF 2026 akan melibatkan sekitar 400 peserta dengan kehadiran delegasi dari 17 negara, menjadikannya salah satu festival layang-layang internasional terbesar di Indonesia.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, S.Pd, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Juli. Festival diawali dengan Seminar Kite and Aero Photography, pameran pada 7–9 Juli 2026, workshop pada 8 Juli 2026, serta peluncuran Olimpiade Layang-Layang Pelajar sebagai wadah mengembangkan kreativitas generasi muda.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut mendukung kegiatan melalui pelatihan pembuatan layang-layang bagi pelajar dan masyarakat.
Memasuki agenda utama, prosesi adat Labuhan akan digelar di Pantai Parangkusumo pada 10 Juli 2026 sebagai pembuka festival. Selanjutnya, main event JIKF 2026 berlangsung pada 11–12 Juli 2026, dengan atraksi layang-layang internasional dan ekshibisi peserta dari 17 negara.
Salah satu peserta mancanegara berasal dari Lithuania, yakni Saulė Varškevičiūtė dan Liudvikas Šablauskas. Keduanya mengaku antusias mengikuti festival untuk pertama kalinya di Indonesia.
“Kami sangat senang bisa mengikuti festival ini. Selain menerbangkan layang-layang, kami ingin mengenal budaya Yogyakarta dan menikmati kuliner Indonesia,” ujar Liudvikas.
Saulė menambahkan timnya membawa sekitar sepuluh layang-layang yang akan diterbangkan selama festival berlangsung.
Dari sisi pelaksanaan, komunitas Angkasa Satu bersama Ketua RDA Yuristianto, S.T. dan Program Director Rizal Rusyadi memastikan seluruh persiapan, mulai dari pengaturan area terbang hingga koordinasi peserta internasional, berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Bawono, S.T., M.T., berharap JIKF 2026 mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Yogyakarta ke tingkat internasional.
Dengan perpaduan budaya, edukasi, olahraga rekreasi, dan promosi pariwisata, JIKF 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang mampu menarik perhatian masyarakat nasional maupun mancanegara sepanjang Juli 2026.
(Ip/opinijogja)






