Baitussalam All Star Show 2026 Tampilkan Kreativitas Santri di Kompleks Candi Prambanan

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran dan tamu undangan menghadiri Baitussalam All Star Show 2026 di kompleks Candi Prambanan, Jumat malam (14/8/2026). Ajang kreativitas santri mengusung tema “Treasure of Nusantara” dengan menampilkan ragam seni dan budaya Nusantara.

 

SLEMAN, opinijogja.id — Keluarga besar Pondok Pesantren Modern Baitussalam kembali menggelar Baitussalam All Star Show 2026 di kompleks Candi Prambanan, Jumat malam (14/8/2026). Ajang tahunan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, seni, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PKS, Yani Fathurrahman, mengatakan Baitussalam All Star Show tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedelapan. Kegiatan khusus santri putra tersebut diikuti keluarga besar Baitussalam dari berbagai jenjang pendidikan dan unit pondok.

“Baitussalam All Star Show ini sudah yang kedelapan. Tahun ini khusus untuk putra, sedangkan untuk santri putri dilaksanakan Sabtu malam, 15 Agustus,” ujar Yani saat dikonfirmasi opinijogja, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan keluarga besar Pondok Pesantren Modern Baitussalam, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga KMI. Peserta berasal dari Baitussalam 1 Prambanan, Baitussalam 2 Cangkringan, Baitussalam 3 Blitar, serta Baitussalam 4 Patuk, Gunungkidul.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Harda Kiswaya, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam Haji Abdul Hakim Abdul Karim, Ketua Yayasan Nida At-Taqwa KH Kasyadi, jajaran pengurus dan keluarga besar pondok, serta sejumlah undangan, termasuk anggota DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman.

Baca Juga:  Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Yani menilai hal menarik dari Baitussalam All Star Show adalah keterlibatan penuh para santri dalam proses penyelenggaraan acara.

“Mulai dari mengonsep acara, membuat panggung, menyiapkan pertunjukan hingga mementaskannya, semua dilakukan oleh para santri. Ini murni kegiatan santri, oleh santri dan untuk santri, kemudian ditampilkan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan mengusung tema “Treasure of Nusantara”, para santri menampilkan beragam kesenian dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Pertunjukan berlangsung meriah dengan dukungan tata cahaya dan panggung yang semakin menarik dengan latar kemegahan Candi Prambanan.

Menurut Yani, konsep tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada pembelajaran agama.

“Santri tidak semata-mata hanya belajar tentang agama. Mereka juga belajar mengembangkan kreativitas, seni, budaya, kepemimpinan, kerja sama dan bagaimana berkontribusi untuk negeri,” ujarnya.

Ia menyebut Baitussalam All Star Show juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar bertanggung jawab terhadap sebuah kegiatan besar. Para wali murid, keluarga besar pondok, masyarakat serta unsur Muspika turut diundang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Dari santri untuk negeri. Itu yang saya kira menjadi pesan penting dari kegiatan ini. Kreativitas dan potensi anak-anak harus terus diberi ruang,” pungkas Yani.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata
76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Jadi Duta SMA Nasional 2026
Sri Sultan Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Sleman, Tekankan Pendidikan Karakter di Era AI
Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian
Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026
Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Baitussalam All Star Show 2026 Tampilkan Kreativitas Santri di Kompleks Candi Prambanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:56 WIB

76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Jadi Duta SMA Nasional 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:54 WIB

Sri Sultan Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Sleman, Tekankan Pendidikan Karakter di Era AI

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page