Rakerda IHGMA DIY 2026: Strategi Bertahan Industri Hotel di Tengah Tekanan Ekonomi Global

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Peserta Business Insight dan Rakerda IHGMA DPD DIY Tahun 2026 berfoto bersama usai kegiatan.

 

YOGYAKARTA, opinijogja – Industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi tantangan berat di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan tren wisata. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Business Insight & Rakerda IHGMA DIY 2026 yang mengusung tema “Hospitality Under Pressure: Strategi Bertahan dan Bertumbuh di Era Geopolitik dan Ekonomi Global.”

Ketua panitia Rakerda, Andreas Ragil Raharjo, menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan menguatkan soliditas dan eksistensi organisasi Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) di tingkat daerah maupun nasional.

“Rakerda ini menjadi wadah silaturahmi, sharing, sekaligus pengembangan kapasitas para General Manager hotel, mulai dari bintang 1 hingga bintang 5,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum ini juga membuka peluang kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan insan perhotelan, mulai dari staf hingga General Manager,melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, hingga S3 dengan kemudahan akses dan biaya khusus.

Selain itu, IHGMA DIY terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, korporasi, UMKM, dan asosiasi lain guna mendorong pertumbuhan industri perhotelan dan pariwisata di Yogyakarta.

Dalam Rakerda tersebut, para peserta juga mendapatkan wawasan dari narasumber ahli terkait tren pasar dan kondisi ekonomi terkini, termasuk dampak positif maupun negatif terhadap bisnis perhotelan. Forum ini sekaligus menjadi ajang evaluasi internal melalui laporan pertanggungjawaban kegiatan dari masing-masing bidang selama satu tahun terakhir.

Transformasi Pariwisata Berkualitas

IHGMA DIY menekankan pentingnya transformasi pariwisata Yogyakarta dari konsep mass tourism menuju quality tourism. Fokusnya tidak hanya pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada keseimbangan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan (people, profit, planet).

“Ke depan, Yogyakarta harus menjadi destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis budaya, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik,” kata Andreas.

Baca Juga:  JIKF 2026 Gandeng Mahasiswa, Kite Aerial Photography Diperkenalkan Lewat Pameran dan Workshop di Yogyakarta

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan hotel, optimalisasi promosi digital, serta penguatan kolaborasi antara hotel, UMKM, dan masyarakat.

Tak hanya destinasi populer yang bersifat “instagramable”, pengembangan juga diarahkan pada potensi kearifan lokal seperti pasar tradisional dan kampung wisata, guna memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman tamu (guest experience).

Digitalisasi dan Penguatan SDM

IHGMA juga mendorong optimalisasi pemasaran digital dan penyelenggaraan event budaya untuk meningkatkan daya tarik Yogyakarta di kancah global.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas melalui sertifikasi dan pelatihan agar mampu memenuhi standar pelayanan internasional.

Tantangan Industri Perhotelan

Meski memiliki potensi besar, industri perhotelan Yogyakarta saat ini menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya efisiensi anggaran pemerintah, kebijakan larangan study tour, serta dampak geopolitik global seperti konflik internasional.

Selain itu, maraknya hunian alternatif seperti kos-kosan, rumah tinggal, dan apartemen yang disewakan secara harian melalui platform digital turut menjadi kompetitor baru bagi hotel.

“Fenomena ini perlu ditata melalui evaluasi regulasi agar tercipta persaingan usaha yang sehat, termasuk dari sisi legalitas, standar layanan, dan kewajiban usaha,” tegasnya.

Dorong Regulasi dan Keseimbangan Industri

IHGMA DIY juga menekankan pentingnya pengendalian pembangunan hotel sesuai regulasi yang berlaku, baik untuk hotel berbintang, non-bintang, maupun guest house. Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan, daya saing industri, serta menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Melalui Rakerda ini, diharapkan tercipta solusi konkret untuk menjaga daya saing industri perhotelan di tengah tekanan global, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026
Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar
Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba
DPD LPK-RI DIY Masa Bakti 2026–2030 Resmi Terbentuk, Siap Melindungi Hak-Hak Konsumen
BPN Sleman Pastikan Layanan Hak Tanggungan Elektronik Berjalan Lancar, Tingkat Kepatuhan Capai 96 Persen
Gelombang Demonstrasi Meluas, Ribuan Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Turun ke Jalan di Berbagai Daerah
Pakar Hukum: Indonesia Emas 2045 Bisa Berubah Jadi Indonesia yang Kehilangan Arah
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 12:01 WIB

Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:36 WIB

DPD LPK-RI DIY Masa Bakti 2026–2030 Resmi Terbentuk, Siap Melindungi Hak-Hak Konsumen

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page