HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Semangat kebinekaan dalam Tari Kolosal Nusantara mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kapanewon Pakem, Sleman, di halaman Museum Gunung Merapi. Ratusan pelajar dan pemuda tampil membawa pesan persatuan: Pakem Manunggal Nyawiji.foto: opinijogja, Senin (17/08/2026).

 

SLEMAN, opinijogja.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berlangsung meriah dan spektakuler. Untuk pertama kalinya, upacara tingkat Kapanewon Pakem digelar di halaman Museum Gunung Merapi (MGM), Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Pakem Manunggal Nyawiji”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 peserta yang terdiri atas pelajar, masyarakat, TNI, Polri, armada jeep wisata, serta berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti dan Banudoyo, jajaran Muspika Kapanewon Pakem, Panewu Pakem, seluruh lurah se-Kapanewon Pakem, Danramil 02/Pakem Kodim 0732/Sleman, serta masyarakat dan pelajar.

Yang menjadi perhatian adalah pertunjukan Tari Kolosal Nusantara yang melibatkan sekitar 300 pemuda dan pelajar berkolaborasi dengan para seniman tari di Pakem. Mereka membawakan beragam tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertunjukan tersebut ditutup dengan flashmob yang melibatkan masyarakat dan peserta yang hadir. Suasana semakin meriah ketika seluruh elemen masyarakat ikut larut dalam pertunjukan.

Lurah Pakembinangun, Suranto, mengatakan penyelenggaraan upacara tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan kali pertama kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kapanewon Pakem digelar di kawasan Museum Gunung Merapi.

“Upacara perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pagi hari ini sangat spektakuler. Acara ini baru pertama kali digelar di Kapanewon Pakem,” ujar Suranto kepada OpiniJogja usai acara.

Menurutnya, kemeriahan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Kapanewon Pakem.

“Ini merupakan satu prestasi, khususnya bagi seluruh masyarakat Kapanewon Pakem yang turut mendukung acara pagi hari ini,” katanya.

Suranto berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.

“Mudah-mudahan dengan acara yang meriah ini lebih memberi semangat bagi generasi muda dan masyarakat untuk lebih mencintai tanah air Indonesia yang kita cintai,” ujarnya.

Angkat Potensi Wisata Pakem

Danramil 02/Pakem Kodim 0732/Sleman, Kapten Arm Wahyu Kuncoro, yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan, mengatakan pemilihan MGM sebagai lokasi upacara bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Pakem merupakan kawasan wisata sehingga berbagai kegiatan masyarakat perlu dikemas secara inovatif sekaligus ikut mengangkat potensi destinasi wisata setempat.

“Pakem ini tempat wisata, harus berinovasi. Salah satunya jeep kita ajak untuk memeriahkan acara perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di MGM,” jelasnya.

Baca Juga:  Konflik Klitren Lor Yogyakarta Berakhir Damai, Jadi Momentum Perkuat Pembauran Sosial

Selain jeep wisata, panitia juga melibatkan pelaku UMKM. Peserta upacara dan masyarakat yang hadir diarahkan untuk menikmati produk UMKM lokal.

“Ini yang hebat sekali. Peserta upacara makannya tidak ke mana-mana, makannya ke UMKM. Jadi anak-anak, masyarakat dan pengunjung bisa menikmati UMKM yang ada,” katanya.

Wahyu menilai MGM merupakan bagian dari potensi bersama yang perlu terus diangkat sebagai destinasi wisata di Pakem.

“MGM ini milik kita bersama. Artinya, yuk sama-sama kita angkat destinasi wisata yang ada. MGM ini kita junjung agar bisa meningkatkan pariwisata yang ada di Pakem,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Tari Kolosal Nusantara menjadi simbol persatuan sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.

“Dengan tarian itu anak-anak yang belum kenal akhirnya disatukan dan bisa kenal. Ini juga untuk mengurangi hal-hal negatif di kalangan pemuda dan pelajar. Dengan inovasi ini anak-anak merasa senang bisa ditampilkan. Inilah tanda atau alat untuk pemersatu kita semua,” katanya.

“Pakem Manunggal Nyawiji”

Sementara itu, Panewu Pakem Tri Akhmeriyadi menjelaskan tema “Pakem Manunggal Nyawiji” memiliki pesan penting tentang persatuan dan kebersamaan dalam membangun wilayah.

Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur serta menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita harus bersatu bersama-sama, khususnya untuk wilayah Pakem, dari masyarakatnya, Forkopim, dan seluruh donatur kami libatkan untuk menyaksikan inilah Indonesia, inilah lereng Merapi. Kita bisa mewujudkan itu semua,” ungkapnya.

Ia menyebut total peserta yang terlibat dalam rangkaian kegiatan mencapai sekitar 1.300 orang. Sementara khusus Tari Kolosal Nusantara melibatkan sekitar 300 penari dari kalangan pemuda dan pelajar.

“Kira-kira ada sekitar 1.300 peserta, juga para penari untuk Tari Kolosal Nusantara ada sekitar 300-an. Itu luar biasa,” katanya.

Selain pertunjukan seni dan UMKM, suasana khas Yogyakarta juga terasa dari kehadiran jeep wisata jenis Willys yang digunakan untuk menjemput sejumlah tamu undangan. Jeep klasik tersebut dikendarai Ketua Umum AJWLM, Daldiri, sehingga menambah nuansa tempo dulu dalam perayaan kemerdekaan di lereng Merapi.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pakem pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Perhelatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat, memberi panggung bagi kreativitas generasi muda, menggerakkan UMKM, serta memperkenalkan potensi wisata Pakem dan Museum Gunung Merapi.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page