Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kulon Progo menerima cinderamata dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia usai penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM Desa Wisata Jatimulyo. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem wisata halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

 

Kulon Progo, Opinijogja – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyerahkan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem wisata halal sekaligus meningkatkan daya saing UMKM yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di desa wisata.

Penyerahan sertifikat halal dilakukan secara simbolis oleh Menteri Pariwisata kepada lima UMKM binaan Desa Wisata Jatimulyo, yakni Gula Jawa Bu Sularti, Tempe Mbok Suti, Riyanto Cimin Maklor, Kedai Wikahoki, dan Ingkung Nggunung.

Melalui sertifikasi tersebut, produk-produk lokal diharapkan memiliki jaminan kualitas yang lebih baik, mampu memperluas akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap produk yang dihasilkan masyarakat setempat.

Selain penyerahan sertifikat halal, kegiatan juga dirangkai dengan konferensi pers bersama antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH yang mengangkat tema penguatan ekosistem wisata halal dan pengembangan UMKM berbasis desa wisata.

Acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Kepala BPJPH, perwakilan Badan Otorita Borobudur, Bupati Kulon Progo, Pemerintah Daerah DIY yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata DIY, Direktur BPJPH, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, insan media, serta pengelola Desa Wisata Jatimulyo.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa sertifikasi halal merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing.

“Pariwisata saat ini tidak hanya berbicara tentang keindahan destinasi, tetapi juga kualitas layanan dan produk yang tersedia bagi wisatawan. Sertifikasi halal menjadi bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan produk yang terjamin, berkualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Kami ingin memastikan bahwa UMKM desa wisata memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata nasional maupun global,” ujarnya.

Baca Juga:  PAD Pariwisata Kulon Progo Capai 21,51 Persen hingga Februari 2026

Menurut Menteri Pariwisata, desa wisata memiliki posisi strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif karena manfaat pengembangan sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Desa wisata adalah wajah pariwisata Indonesia yang tumbuh dari masyarakat. Ketika UMKM desa wisata semakin kuat dan memiliki standar yang baik, maka manfaat ekonomi pariwisata akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat lokal. Sertifikasi halal menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat posisi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat, BPJPH, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan UMKM desa wisata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kementerian Pariwisata serta BPJPH kepada pelaku UMKM di Kulon Progo. Sertifikasi halal ini bukan sekadar dokumen, melainkan bentuk pengakuan terhadap kualitas produk masyarakat yang dihasilkan dengan penuh dedikasi. Kami optimistis langkah ini akan semakin memperkuat daya saing UMKM lokal dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan Desa Wisata Jatimulyo,” katanya.

Ia berharap semakin banyak pelaku usaha di desa wisata yang terdorong mengikuti program sertifikasi halal sehingga mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, BPJPH, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, penguatan UMKM melalui sertifikasi halal diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Penyerahan sertifikat halal di Desa Wisata Jatimulyo menjadi salah satu contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan semakin banyak UMKM yang tersertifikasi halal, desa wisata diharapkan mampu menghadirkan produk unggulan yang berkualitas, meningkatkan kepercayaan wisatawan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata
Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul
Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir
188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:13 WIB

Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page