Foto: Pekerjaan rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo di Kabupaten Bantul mulai dikerjakan. Proyek senilai Rp15,8 miliar yang didanai Dana Keistimewaan DIY 2026 ini mencakup peningkatan kualitas jalan dan pembangunan saluran drainase untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung sektor ekonomi dan pariwisata pesisir selatan Bantul. (Foto: Istimewa).
BANTUL, opinijogja.id – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) mulai merehabilitasi ruas Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo di Kabupaten Bantul. Proyek senilai Rp15.814.371.543 (termasuk PPN) tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperkuat konektivitas kawasan selatan Bantul.
Pembangunan ini didanai melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY Tahun Anggaran 2026. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 12 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 200 hari kalender.
Pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh PT Asa Cipta Sarana, sedangkan pengawasan proyek dilakukan oleh CV Bangun Cipta Persada.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Yohanes Wira Sasongko Putro, S.T., M.T., mengatakan rehabilitasi ruas jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah DIY dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan tidak hanya berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga bertujuan memperlancar akses menuju kawasan permukiman, sentra pertanian, perikanan, hingga destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Bantul.
“Dengan meningkatnya kualitas jalan, konektivitas antarwilayah akan semakin baik. Hal ini diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata di Bantul bagian selatan,” ujar Yohanes.
Ia menambahkan, proyek rehabilitasi ditargetkan selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Sementara itu, warga Poncosari, Suwarno, mengaku bersyukur atas dimulainya rehabilitasi jalan yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas.
“Kami mengucapkan terima kasih atas rehabilitasi jalan ini. Semoga nantinya jalan menjadi lebih halus, kuat, dan nyaman dilalui. Kami juga bersyukur karena dibangun saluran drainase di sisi jalan sehingga air hujan tidak lagi menggenangi badan jalan,” kata Suwarno kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Keberadaan saluran drainase baru diharapkan mampu mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus memperpanjang usia konstruksi jalan.
Melalui rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo ini, Pemerintah DIY berharap kualitas infrastruktur di wilayah selatan Bantul semakin meningkat, sehingga mampu memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing kawasan pesisir selatan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(Ip/OpiniJogja)









