Foto: Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman bersama Polresta Sleman dan Satpol PP melakukan verifikasi administrasi serta pemeriksaan teknis (ramp check) terhadap armada Jeep Wisata Merapi milik MJAK di Basecamp Lava Tour Merapi, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi laik jalan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan.
Sleman, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat aspek keselamatan transportasi wisata di kawasan Lereng Merapi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman bersama Polresta Sleman dan Satpol PP Kabupaten Sleman menggelar pemeriksaan teknis atau ramp check terhadap armada Jeep Wisata Lava Tour Merapi milik Merapi Jeep Adventure Community (MJAK), Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Basecamp Jeep Wisata Lava Tour Merapi tersebut diikuti 188 unit jeep dari total 200 armada milik MJAK. Sementara 12 unit lainnya belum mengikuti pemeriksaan karena masih menjalani perbaikan bodi di bengkel.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Agus Widodo, mengatakan ramp check dilakukan sebagai upaya pemerintah memastikan seluruh kendaraan wisata yang mengangkut wisatawan berada dalam kondisi laik jalan.
Menurut Agus, keberadaan Lava Tour Merapi yang telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sleman membuat aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas utama.
“Karena aktivitas wisata ini menggunakan armada jeep dan mengangkut masyarakat umum, pemerintah daerah berupaya memastikan kendaraan yang digunakan penyedia jasa wisata benar-benar aman dan layak jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemeriksaan teknis dilakukan secara berkala terhadap kendaraan yang beroperasi di kawasan Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Langkah tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada wisatawan sekaligus meningkatkan citra positif destinasi wisata Merapi.
“Harapannya wisatawan merasa aman dan nyaman sehingga memberikan kesan baik terhadap penyelenggaraan wisata jeep di Lereng Merapi,” katanya.
Tidak hanya memeriksa kondisi kendaraan, Dishub juga memberikan pembinaan kepada para pengemudi dan pemandu wisata. Mereka didorong memberikan pelayanan yang komunikatif, ramah, edukatif, serta mampu menjelaskan berbagai destinasi maupun situs bersejarah di kawasan Merapi.

Selain itu, para pengemudi diingatkan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas sehingga keselamatan wisatawan, pengemudi, maupun pengguna jalan lainnya tetap terjaga.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa berbagai komponen penting kendaraan, mulai dari sistem kemudi, sistem pengereman, lampu, suspensi, hingga perlengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman dan helm bagi seluruh penumpang.
“Penggunaan helm menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko fatalitas apabila terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan,” jelas Agus.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh 188 armada jeep yang mengikuti ramp check dinyatakan masih dalam kondisi layak jalan dan aman beroperasi.
Sementara itu, Ketua AJWLM Sisi Timur, Warno Sutanto, mengatakan kegiatan pemeriksaan seperti ini rutin dilaksanakan hampir setiap bulan sebagai bentuk komitmen menjaga standar keselamatan kendaraan wisata.
Menurutnya, pemeriksaan biasanya dibagi menjadi dua wilayah, yakni sisi barat dan sisi timur Lereng Merapi, agar seluruh armada dapat terlayani secara bertahap.
“Tujuannya supaya kondisi kendaraan selalu dalam keadaan terbaik. Memang kendaraan jeep yang digunakan rata-rata sudah berumur, sehingga meskipun saat berangkat kondisinya baik, terkadang di perjalanan tetap bisa mengalami kendala teknis,” ujarnya.
Warno berharap pemeriksaan rutin mampu menekan risiko insiden akibat kerusakan kendaraan sehingga wisatawan dapat menikmati Lava Tour Merapi dengan rasa aman dan nyaman.
“Kami ingin meminimalkan insiden maupun kecelakaan akibat faktor kendaraan. Harapannya ke depan tidak ada lagi kecelakaan sehingga wisatawan semakin percaya terhadap layanan jeep wisata Merapi,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)






