Foto: Aktivitas wisatawan di sejumlah destinasi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti kawasan Pantai Glagah, Pantai Congot, dan Puncak Suroloyo. Hingga akhir Februari 2026, realisasi pendapatan sektor pariwisata Kulon Progo telah mencapai 21,51 persen dari target tahunan, dengan jumlah kunjungan wisatawan tercatat 114.061 orang. (Foto: Dinas Pariwisata Kulon Progo)
Kulon Progo, opinijogja — Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga akhir Februari 2026 telah mencapai 21,51 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Sutarman, S.STP., M.Eng. di Kulon Progo, Kamis, mengatakan target pendapatan sektor pariwisata pada 2026 ditetapkan sebesar Rp5.200.808.600.
“Sampai akhir Februari, realisasi pendapatan pariwisata sudah mencapai 21,51 persen dari target Rp5,2 miliar lebih. Ini menjadi awal yang cukup baik untuk mengejar target tahun ini,” kata Sutarman.
Selain dari sisi pendapatan, jumlah kunjungan wisatawan juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Februari 2026, tercatat sebanyak 114.061 wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi di Kulon Progo atau sekitar 14,6 persen dari target kunjungan sebanyak 777.674 wisatawan sepanjang tahun 2026.
Menurut Sutarman, destinasi wisata pantai masih menjadi primadona bagi wisatawan yang datang ke Kulon Progo. Dua kawasan yang mencatatkan jumlah kunjungan tertinggi yakni kawasan Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kapanewon Temon.
“Pantai Glagah dan Pantai Congot masih menjadi destinasi unggulan dengan jumlah kunjungan tertinggi. Kami terus melakukan pembenahan fasilitas, peningkatan pelayanan, serta penguatan promosi agar tren kunjungan terus meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Pariwisata Kulon Progo optimistis target pendapatan maupun kunjungan wisatawan pada 2026 dapat tercapai melalui berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah.
Beberapa strategi yang disiapkan antara lain penyelenggaraan berbagai agenda event pariwisata, penguatan promosi digital, serta kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
(Ip/opinijogja)









