Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prosesi pemukulan gong menandai pembukaan kegiatan Table Top 13 “Guyub Sesarengan Explore Surabaya” yang digelar BPD PHRI DIY di Mercure Surabaya Grand Mirama, Kamis (16/7/2026). 

 

Surabaya, opinijogja.id – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat promosi pariwisata melalui kegiatan Direct Promotion dan Table Top di Jawa Timur. Kegiatan yang digelar di Surabaya ini mempertemukan 46 seller dari sektor perhotelan Yogyakarta dengan 86 buyer yang merupakan travel agent dari Surabaya dan sekitarnya.

Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasar wisata nusantara, khususnya dari Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu penyumbang wisatawan terbesar ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Melalui pertemuan bisnis secara langsung ini kami ingin menghasilkan kerja sama yang konkret, mulai dari penjualan paket wisata, kegiatan MICE, study tour, hingga perjalanan keluarga. Harapannya tentu berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan lama tinggal mereka di Yogyakarta,” ujar Deddy, Kamis (16/07/2026).

Menurutnya, Jawa Timur dipilih sebagai pasar prioritas karena memiliki kedekatan geografis, akses transportasi yang baik, serta kesamaan budaya dengan Yogyakarta. Selain itu, potensi wisatawan dari wilayah tersebut dinilai sangat besar, baik untuk segmen wisata keluarga, pendidikan, komunitas maupun perjalanan perusahaan.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Promosi, Pemasaran, dan Event BPD PHRI DIY M. Habibi menjelaskan bahwa keberhasilan promosi pariwisata tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menyebut sinergi antara Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, BP2KY, dan PHRI DIY menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan promosi yang efektif sekaligus mampu menghasilkan transaksi bisnis.

Baca Juga:  Dispar Gunungkidul Tegaskan Rotasi Petugas TPR Bukan Imbas Unggahan Wisatawan

“Dispar Kota Yogyakarta berperan sebagai pengarah kebijakan dan fasilitator promosi, BP2KY memperkuat pemasaran destinasi dan jejaring pasar, sedangkan PHRI DIY menghadirkan produk industri berupa hotel, restoran, hingga paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Jadi promosi tidak berhenti pada pencitraan, tetapi menghasilkan transaksi nyata,” kata Habibi.

Untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan sepanjang tahun, PHRI DIY juga mendorong berbagai strategi agar wisatawan tidak hanya datang saat musim liburan.

Strategi tersebut di antaranya memperbanyak penyelenggaraan event sepanjang tahun, menawarkan paket wisata dengan harga kompetitif saat low season, memperkuat pasar MICE, wisata pendidikan, komunitas, olahraga, hingga perjalanan korporasi.

Selain itu, kolaborasi dengan biro perjalanan juga terus diperkuat agar keberangkatan wisatawan ke Yogyakarta dapat berlangsung lebih merata dan tidak hanya terkonsentrasi pada masa libur panjang.

Deddy menambahkan, indikator keberhasilan kegiatan Direct Promotion dan Table Top bukan sekadar tingginya jumlah peserta yang hadir, tetapi lebih jauh diukur dari banyaknya business matching, kerja sama yang terjalin antara seller dan buyer, peningkatan penjualan paket wisata, naiknya tingkat hunian hotel, bertambahnya lama tinggal wisatawan, hingga meningkatnya belanja wisatawan di Yogyakarta.

“Kami berharap kegiatan ini membuka pasar baru sekaligus memperkuat pasar yang sudah ada. Dampaknya tidak hanya dirasakan hotel, tetapi juga restoran, destinasi wisata, transportasi, hingga pelaku UMKM. Yang paling penting adalah terciptanya hubungan bisnis yang berkelanjutan sehingga promosi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh ekosistem pariwisata Yogyakarta,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata
Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul
Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir
188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:13 WIB

Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page