JIKF 2026 Gandeng Mahasiswa, Kite Aerial Photography Diperkenalkan Lewat Pameran dan Workshop di Yogyakarta

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Semangat kolaborasi lintas negara mewarnai pembukaan Pameran dan Workshop Kite Aerial Photography (KAP) Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta, Selasa (7/7/2026).

 

YOGYAKARTA, opinijogja.id — Menjelang pelaksanaan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, penyelenggara menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk Pameran dan Workshop Kite Aerial Photography (KAP) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Juli 2026 ini menjadi upaya memperkenalkan fotografi udara berbasis layang-layang kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

Acara tersebut merupakan bagian dari Road to JIKF 2026 yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan kegiatan ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Angkasa Satu selaku penyelenggara JIKF 2026 dengan Universitas Kristen Duta Wacana.

Berbeda dengan fotografi udara yang kini identik dengan drone, Kite Aerial Photography (KAP) memanfaatkan kamera yang dipasang pada layang-layang. Teknik ini menuntut kemampuan membaca arah angin dan menjaga kestabilan layangan agar mampu menghasilkan foto udara berkualitas.

Ketua Angkasa Satu, RDA Yuristianto, mengatakan KAP masih belum banyak dikenal di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Melalui kolaborasi dengan UKDW, pihaknya ingin mengenalkan teknik fotografi tersebut kepada generasi muda sekaligus membuka ruang kreativitas baru di bidang seni visual.

“Di Jogja, KAP ini masih belum banyak dikenal. Karena itu kami berkolaborasi dengan UKM Photography UKDW agar generasi muda mengetahui bahwa fotografi memiliki banyak cabang yang bisa dikembangkan, salah satunya melalui layang-layang,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan UKM Duta Wacana Photography (DWPh) serta Program Studi Desain Produk UKDW. Mahasiswa turut berperan sejak tahap persiapan hingga penyelenggaraan pameran dan workshop.

Pihak kampus menyambut positif kolaborasi tersebut. Wakil Rektor I UKDW, Dr. Rosa Delima, S.Kom., M.Kom., menilai KAP menjadi pengetahuan baru yang mampu memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghasilkan karya kreatif.

Baca Juga:  Rakerda IHGMA DIY 2026: Strategi Bertahan Industri Hotel di Tengah Tekanan Ekonomi Global

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, mahasiswa mendapatkan pengalaman baru sehingga mampu menghasilkan karya yang unik dan menarik melalui teknik Kite Aerial Photography,” katanya.

Workshop menghadirkan dua narasumber yang telah lama mengembangkan teknologi Auto Kite Aerial Photography, yakni Dr. Ir. Martinus S.T., M.Sc. sebagai peneliti dan Ir. Anshori Djausal, M.T. sebagai praktisi. Peserta memperoleh materi mengenai sejarah, teknik dasar KAP hingga demonstrasi praktik secara langsung.

Menurut Anshori, pengembangan KAP memiliki potensi besar karena mampu menjembatani berbagai disiplin ilmu, mulai dari seni, sains, hingga penelitian.

Workshop juga diikuti mahasiswa, masyarakat umum, serta peserta internasional. Salah satu pelayang asal Lebanon, Shameem, berharap KAP terus berkembang di Indonesia dan suatu saat dapat menjadi ajang kompetisi internasional.

“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut karena sangat menarik. Bahkan ke depan bisa menjadi kompetisi untuk menghasilkan foto terbaik menggunakan layang-layang dan kekuatan angin,” ujarnya.

Selain workshop, penyelenggara juga menggelar pameran karya Kite Aerial Photography di Atrium Gedung Agape UKDW mulai 7–9 Juli 2026 pukul 10.00–16.00 WIB. Pameran ini menampilkan beragam foto udara hasil teknik KAP beserta perangkat yang digunakan, dan terbuka gratis bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa layang-layang tidak hanya memiliki nilai sebagai permainan tradisional, tetapi juga berkembang menjadi media perpaduan budaya, seni, teknologi, dan inovasi.

Pameran dan workshop ini menjadi salah satu agenda pemanasan menuju Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 yang akan digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11–12 Juli 2026, dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
JIKF 2026 Lahirkan Bibit Juara Nasional, OLLANESIA Buka Jalan Prestasi Pelayang Muda Indonesia
Jogja International Kite Festival 2026 Resmi Dibuka, 17 Negara Ramaikan Langit Parangkusumo
Gunungkidul Bidik Lonjakan Wisatawan Lewat Geopark Night Specta 8.0, Siap Pecahkan Rekor MURI dengan 1.500 Penari
Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Rekor MURI dan Gamelan Orkestra Siap Meriahkan Nglanggeran
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:56 WIB

Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:56 WIB

Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:36 WIB

Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:19 WIB

JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:49 WIB

JIKF 2026 Lahirkan Bibit Juara Nasional, OLLANESIA Buka Jalan Prestasi Pelayang Muda Indonesia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page