Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Eko Nur Cahyo.
GUNUNGKIDUL, opinijogja – Sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026. Hingga 1 April 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata tercatat mencapai Rp15.845.059.555.
Lonjakan ini seiring dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang menembus 1.272.786 orang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dibandingkan tahun lalu, capaian tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi opinijogja, Rabu (1/4/2026).
Pantai Viral Jadi Magnet Wisatawan
Kawasan pantai masih menjadi primadona wisata di Gunungkidul. Sejumlah destinasi bahkan mengalami lonjakan kunjungan setelah viral di media sosial.
Di antaranya Pantai Drini dan Pantai Sepanjang yang kini semakin diminati wisatawan.
Pantai Drini mendapat perhatian lebih dengan hadirnya wahana wisata baru “On The Rock” yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Sementara itu, Pantai Sepanjang juga mengalami peningkatan kunjungan pasca penataan tahap awal yang membuat kawasan lebih tertata dan nyaman.
“Menariknya, banyak destinasi yang justru viral dari media sosial oleh netizen, sehingga turut mendongkrak jumlah kunjungan,” kata Eko.
Dorong Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Sektor pariwisata diharapkan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan PAD dari sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Infrastruktur Masih Jadi Tantangan
Di balik capaian tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur dan sarana prasarana yang belum sepenuhnya memadai.
Ke depan, peningkatan PAD pariwisata diharapkan dapat diimbangi dengan perbaikan infrastruktur serta pengembangan destinasi wisata agar semakin kompetitif.
“Dengan adanya peningkatan PAD ini, diharapkan bisa mendukung perbaikan sarana prasarana dan pengembangan destinasi ke depan,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















