DPRD Sleman Gelar Seminar Kebangsaan dan Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti.

 

Sleman, OpiniJogja – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman menggelar Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, bertempat di Pendopo DPRD Sleman, Sabtu (6/12/2025).

Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa momentum ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi sebuah pengingat bersama mengenai komitmen melindungi kelompok rentan.

“Hari ini bertepatan dengan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sekaligus Hari HAM Internasional. Momentum ini mengingatkan kita bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga amanah konstitusi dan hak asasi manusia yang harus kita jaga bersama,” ujar Ani.

Ani menyampaikan bahwa dinamika sosial masyarakat saat ini berubah sangat cepat dan menciptakan tantangan baru bagi keluarga. Tekanan psikologis, konflik domestik, perubahan nilai sosial, serta rendahnya literasi digital memperbesar kerentanan perempuan dan anak.

“Perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun kekerasan berbasis siber,” jelasnya.

Baca Juga:  Aksi “Hari Darurat Nalar Hukum”: ARPI Desak Kapolri Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman

Ia mengungkapkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang mencatat lebih dari 26.900 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2025. “Artinya, satu dari empat perempuan dan anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya,” kata Ani.

Di tingkat lokal, Kabupaten Sleman juga menghadapi tantangan yang sama. Berdasarkan data Simfoni PPPA, hingga awal Desember terdapat 359 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sleman.

“Meski Sleman dikenal memiliki indeks pembangunan manusia yang tinggi, kekerasan tetap terjadi, dan sering kali tersembunyi di ranah domestik,” ucapnya.

Ani turut menyoroti peran unit layanan terpadu, pendampingan psikologis, layanan hukum, hingga advokasi dari Dinas terkait dan lembaga masyarakat yang terus berupaya memberikan perlindungan dan pemulihan bagi korban.

Sebagai Wakil Ketua DPRD, ia menegaskan lembaga legislatif memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat kebijakan perlindungan perempuan dan anak.

“Melalui penyusunan peraturan daerah, kami berupaya menghadirkan payung hukum yang kuat dan mengikat agar perlindungan dapat berjalan efektif,” tegasnya. (Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page