Babe Kotir: Kepengurusan Baru AJWLM Wajib Utamakan Keamanan Jeep Wisata Merapi

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bambang Sugeng (Babe Kotir) Sesepuh sekaligus penasehat AJWLM. (opinijogja).

 

Sleman, opinijogja — Penasehat sekaligus sesepuh Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Bambang Sugeng atau Babe Kotir, menegaskan bahwa kepengurusan baru AJWLM sisi Timur wajib mengutamakan keamanan dalam pengelolaan jeep wisata lava tour Merapi. Penekanan ini disampaikan menyusul pelantikan kepengurusan baru AJWLM sebagai upaya menjaga keselamatan wisatawan sekaligus keberlanjutan pariwisata di kawasan Merapi.

Babe menilai regenerasi kepengurusan menjadi langkah penting agar organisasi dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika pariwisata. Menurutnya, keberlangsungan AJWLM sangat ditentukan oleh kesiapan generasi penerus dalam mengelola wisata secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kepengurusan AJWLM memang harus terus mengalami regenerasi, supaya ke depan bisa berkembang dan lebih maju,” kata Babe saat dihubungi terpisah oleh OpiniJogja, Selasa (13/01/2026).

Lebih lanjut, Babe menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan agar para pengemudi jeep wisata tidak mengedepankan kecepatan maupun aksi berlebihan yang justru berpotensi membahayakan penumpang.

“Jangan asal ngebut, jangan asal ‘yak-yak-an’. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar dapat tercapai zero accident,” ujarnya.

Menurut Babe, keamanan tidak hanya berkaitan dengan penumpang, tetapi juga menyangkut kelayakan kendaraan, kesiapan dan kondisi pengemudi, serta penguasaan rute yang dilalui. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh driver terbebas dari penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari standar keselamatan.

“Pengemudi harus benar-benar bebas dari narkoba. Ini sangat penting untuk menjaga keselamatan wisatawan. Karena itu, pengawasan perlu diperketat,” kata dia.

Baca Juga:  Tak Hanya Lava Tour, Umbulharjo Kembangkan Wisata Edukatif Lereng Merapi

Babe menambahkan, upaya meningkatkan keamanan memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pengelola dan pemilik jeep, para pengemudi, masyarakat sekitar, hingga pemangku kepentingan terkait. Tanpa kolaborasi yang baik, standar keselamatan akan sulit diterapkan secara konsisten.

Selain soal keselamatan, Babe juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sopan santun dalam berkendara. Ia menekankan bahwa jalur yang dilalui jeep wisata merupakan wilayah milik masyarakat, sehingga adab dalam berwisata harus selalu dijaga.

“Jalur ini bukan lahan kita, melainkan lahan milik warga. Karena itu, adab dan sopan santun sangat penting, bukan hanya untuk menghormati masyarakat, tetapi juga untuk meminimalisir risiko kecelakaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak pelaku wisata jeep Merapi untuk memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar dengan prinsip “ngemong kabeh”. Menurut Babe, keberadaan wisata jeep lava tour Merapi tidak terlepas dari peran masyarakat yang lahannya dimanfaatkan sebagai jalur wisata.

“Kita ibarat hanya meminjam lahan masyarakat untuk mencari rezeki. Harapannya, perekonomian warga di Cangkringan semakin maju dan usaha masyarakat ikut berkembang,” katanya.

Babe berharap, ke depan wisata jeep lava tour Merapi dapat semakin berkembang dan dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga mancanegara, dengan tetap mengedepankan keselamatan, etika, dan keberlanjutan.

(Ip/opinijogja).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata
Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page