Anggaran Terbatas, DPUPKP Sleman Prioritaskan Pembangunan Kantor Kapanewon Turi dan Pematangan Lahan Taman Budaya

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pembangunan gedung Kapanewon Turi.

 

Sleman, opinijogja – Keterbatasan anggaran pada tahun 2026 memengaruhi sejumlah rencana pembangunan di bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi, mengatakan pemerintah daerah tetap memprioritaskan beberapa program pembangunan yang dinilai penting dan sudah berjalan.

“Untuk pembangunan gedung, kami melanjutkan pembangunan Kantor Kapanewon Turi dengan dana APBD,” ujar Haryadi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

Selain itu, pemerintah daerah juga melanjutkan proses pematangan lahan untuk pembangunan Taman Budaya Sleman yang didanai melalui Dana Keistimewaan DIY.

“Keduanya saat ini masih dalam proses,” jelasnya.

Program Drainase Terdampak Rasionalisasi

Di sisi lain, keterbatasan anggaran berdampak pada beberapa kegiatan infrastruktur lainnya, terutama program pembangunan drainase di wilayah kapanewon.

Menurut Haryadi, kegiatan drainase selama ini banyak bersumber dari Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) tingkat kapanewon.

Baca Juga:  Rehabilitasi Talud di Sleman Diprioritaskan, Dukung Irigasi dan Produktivitas Petani

Namun pada tahun ini, program tersebut terkena kebijakan rasionalisasi anggaran sehingga sebagian kegiatan belum dapat dilaksanakan.

“Kegiatan drainase yang biasanya berasal dari pagu usulan partisipasi masyarakat kapanewon, saat ini terkena rasionalisasi semua,” katanya.

Pematangan Lahan Direviu Inspektorat

Sementara itu, kegiatan pematangan lahan yang sedang berjalan juga telah melalui proses reviu dari Inspektorat.

Menurut Haryadi, saat ini pihaknya sedang melakukan penyesuaian dokumen sesuai dengan saran dan arahan dari inspektorat daerah.

“Pematangan lahan barusan direviu Inspektorat dan saat ini sedang proses revisi sesuai arahan,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihaknya berharap seluruh paket pekerjaan yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan paket-paket pekerjaan dapat terlaksana dengan lancar, tepat mutu, dan selesai sesuai jadwal yang telah dibuat,” kata Haryadi.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Pemkab Sleman dan Dunia Usaha Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar di HUT ke-81 RI
Kemarau Panjang Ancam Sleman, 4 Kapanewon Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Mau Pasang PDAM di Sleman? Agustus 2026 Cukup Rp750 Ribu, Ini Ketentuannya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page