Foto: Kantor PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman. PDAM terus memperkuat pelayanan air bersih melalui penekanan tingkat kebocoran air (NRW), pengembangan layanan digital, serta menjaga pasokan bagi lebih dari 44 ribu pelanggan di Sleman. Foto: Dok. PDAM Tirta Sembada Sleman
SLEMAN, opinijogja.id – PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman terus memperkuat kualitas pelayanan air bersih melalui berbagai langkah strategis, mulai dari upaya menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) hingga pengembangan layanan berbasis digital bagi pelanggan.
Kasie Pelayanan dan Aduan PDAM Tirta Sembada Sleman, Sri Wahyuni, mengatakan pengurangan tingkat kebocoran air menjadi salah satu fokus utama perusahaan karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Hingga saat ini kami terus melakukan berbagai upaya untuk menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), baik melalui langkah teknis maupun administrasi,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi opinijogja.id, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, langkah yang dilakukan meliputi penggantian pipa-pipa yang telah berusia tua, percepatan penanganan kebocoran, pemantauan jaringan distribusi secara berkala, hingga peningkatan akurasi pencatatan meter pelanggan.
Selain itu, PDAM Tirta Sembada juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebocoran pada jaringan distribusi maupun sambungan rumah.
“Penurunan NRW menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kontinuitas pelayanan air bersih kepada pelanggan,” jelasnya.
Di sisi pelayanan, PDAM Tirta Sembada juga terus mengembangkan transformasi digital agar masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan.
Sri Wahyuni menjelaskan, pelanggan kini dapat melakukan pengecekan tagihan, pembayaran melalui berbagai kanal pembayaran digital, menyampaikan pengaduan, hingga memperoleh informasi layanan melalui website resmi maupun aplikasi layanan pelanggan.
Tak hanya itu, proses pendaftaran sambungan baru juga telah didukung layanan digital sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan mengunduh dokumen persyaratan dengan lebih praktis.
“Pengembangan digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan pelayanan, transparansi, serta memberikan kemudahan bagi seluruh pelanggan,” katanya.
Sementara itu, terkait kondisi pelayanan air bersih hingga pertengahan tahun 2026, Sri Wahyuni memastikan distribusi air kepada masyarakat secara umum tetap berjalan dengan baik.
Saat ini, PDAM Tirta Sembada melayani lebih dari 44.000 pelanggan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman dengan terus menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan air bersih.
Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti gangguan akibat perbaikan jaringan, kebocoran pipa, meningkatnya konsumsi air pada jam-jam puncak, hingga tingginya kebutuhan air saat musim kemarau.
“Setiap gangguan yang terjadi selalu kami upayakan ditangani secepat mungkin agar distribusi air kembali normal dan dampaknya terhadap pelanggan dapat diminimalkan,” pungkas Sri Wahyuni.
(Ip/opinijogja)






