DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, menyampaikan pandangannya kepada awak media usai kunjungan kerja di Kominfo Kota Surabaya, Senin (20/7/2026). Ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi media, literasi masyarakat, serta kebijakan anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas informasi publik.(Foto: opinijogja).

 

SURABAYA, opinijogja.id – Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, menegaskan bahwa penguatan kompetensi media, peningkatan literasi masyarakat, serta kebijakan anggaran yang berpihak menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola informasi yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Gustan Ganda saat kunjungan kerja bersama insan media ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surabaya, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah dan media massa memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Karena itu, masing-masing pihak harus menjalankan fungsi sesuai kompetensinya.

“Media memiliki kapasitas dan kompetensi di bidang jurnalistik. Oleh sebab itu, peran tersebut harus diberikan kepada lembaga yang memang memiliki kemampuan dan legalitas yang jelas,” ujar Gustan.

Ia menilai media juga memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan terhadap wartawan dan jurnalis agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional.

“Kompetensi, kapasitas, dan kemampuan menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat. Bukan sekadar status kelembagaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gustan juga menyoroti pentingnya keberadaan media yang telah memenuhi ketentuan hukum dan standar profesi sebagai dasar dalam membangun kerja sama dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan media dapat didasarkan pada indikator seperti legalitas perusahaan pers, verifikasi, serta kepatuhan terhadap ketentuan Dewan Pers.

Baca Juga:  PPPK Paruh Waktu Sleman Minta Digaji Sesuai UMK, Disdik: Masih Terkendala Regulasi

Ia menyebut tidak menutup kemungkinan adanya kebijakan daerah yang mengatur mekanisme tersebut. Namun, menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap media yang profesional jauh lebih penting dibanding sekadar menambah regulasi.

“Kalau memang sudah memenuhi syarat dan terverifikasi, semestinya tidak perlu lagi dipersulit dengan aturan tambahan. Yang dibutuhkan adalah keberpihakan terhadap media yang menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional,” tegasnya.

Selain membahas media, Gustan juga menekankan pentingnya meningkatkan budaya literasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyaring informasi secara kritis.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat literasi tinggi. Tantangan kita hari ini justru masih pada kebiasaan membaca yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Sebagai bentuk evaluasi, ia menyinggung pentingnya meningkatkan pemanfaatan perpustakaan, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun DPRD, sehingga budaya membaca dapat tumbuh secara nyata.

Menurut Gustan, evaluasi terhadap rendahnya literasi harus dimulai dari lingkungan sendiri, bukan hanya menyalahkan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menilai peningkatan kompetensi media dan kualitas sumber daya manusia seharusnya menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah yang tercermin dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Ia menjelaskan bahwa penyusunan program dan penganggaran merupakan kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, kepala daerah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas informasi publik.

“Pemerataan anggaran memang penting, tetapi harus dibarengi dengan keberpihakan terhadap program-program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat, termasuk penguatan kompetensi media dan literasi,” pungkasnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
PDAM Tirta Sembada Sleman Ungkap Strategi Tekan Kebocoran Air, Layanan 44 Ribu Pelanggan Tetap Optimal
DPUPKP Sleman Tegaskan Investasi Tak Boleh Langgar Tata Ruang, Pembangunan Berkelanjutan Jadi Prioritas
DLH Sleman Luncurkan Aplikasi SIOSESTU, Pengelolaan Sampah Kini Berbasis Data Digital
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page