Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana pembukaan OPSY SMP/MTs 2026 di Taman Pintar Yogyakarta yang dihadiri ratusan peserta dan pengunjung. Ajang ini menjadi wadah pelajar memamerkan hasil penelitian serta inovasi di bidang sains, teknologi, dan sosial.

 

YOGYAKARTA, opinijogja.id – Olimpiade Penelitian Siswa Yogyakarta (OPSY) SMP/MTs Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta berlangsung sukses di Taman Pintar Yogyakarta pada 14–15 Juli 2026. Selama dua hari pelaksanaan, ribuan pengunjung memadati area pameran untuk melihat langsung berbagai hasil penelitian inovatif karya pelajar SMP dan MTs se-Kota Yogyakarta.

Ajang ilmiah tahunan tersebut merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah dimulai sejak Januari 2026. Dari ratusan peserta yang mengikuti proses seleksi, lebih dari 200 finalis berhasil lolos dan memamerkan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian mereka pada tiga bidang, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Penelitian Terapan, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Berbagai karya yang dipamerkan menawarkan solusi atas beragam persoalan di lingkungan sekitar, mulai dari isu lingkungan, kesehatan, teknologi tepat guna hingga inovasi sosial. Tingginya antusiasme masyarakat membuat suasana pameran berlangsung meriah dan menjadi daya tarik tersendiri di Taman Pintar Yogyakarta.

Salah satu finalis dari SMP Negeri 3 Yogyakarta, Areli, bersama rekannya Kenzo, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti OPSY 2026. Penelitian yang mereka lakukan berfokus pada pembuatan eco enzyme dari limbah buah dan sayur untuk membantu mengurangi pencemaran udara di sekitar Pabrik Gula Madukismo.

“Seru dan menantang. Kami melakukan riset pembuatan eco enzyme dari limbah buah dan sayur untuk membantu mengatasi pencemaran udara di sekitar Pabrik Gula Madukismo. Produk kami sudah diuji coba di rumah-rumah warga dan alhamdulillah berhasil meraih Juara Harapan I,” ujar Areli.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini, Eko Suwanto: Ibu Pilar Utama Pendidikan Keluarga

Guru pembimbing SMP Negeri 3 Yogyakarta, Indah Rahmadhanti, S.Pd., menilai kompetisi penelitian seperti OPSY mampu membentuk karakter sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik.

“Melalui OPSY, siswa belajar berinovasi, memecahkan masalah, bekerja sama, pantang menyerah, serta mampu mengomunikasikan hasil penelitiannya dengan baik. Inilah kompetensi yang ingin terus dikembangkan di dunia pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Panitia OPSY 2026 dari Disdikpora Kota Yogyakarta, Anjas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, dewan juri, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Selamat kepada seluruh finalis dan para juara. Bagi yang belum berhasil menjadi juara, tetap semangat karena kalian semua adalah anak-anak hebat yang telah menunjukkan karya terbaiknya,” ujarnya.

Anjas juga memberikan penghargaan kepada tim dewan juri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang telah melaksanakan proses penilaian secara profesional dan objektif.

Menurutnya, OPSY diharapkan terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang inovatif, memiliki budaya riset yang kuat, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat melalui penelitian yang bermanfaat.

Keberhasilan penyelenggaraan OPSY SMP/MTs 2026 menjadi bukti tingginya semangat riset di kalangan pelajar Kota Yogyakarta sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menumbuhkan budaya ilmiah dan inovasi sejak usia dini.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026
Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah
SMK Negeri 2 Gedangsari Bidik Status BLUD, Perkuat Sertifikasi Internasional dan Serapan Lulusan
Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
334 Siswa MAN 1 Klaten Lulus 100 Persen, 60 Diterima PTN Jalur Prestasi Tanpa Tes
Yani Fathurrahman: Pendidikan Harus Jadi Prioritas, PKS Soroti Pola Pikir dan Angka Putus Sekolah di Sleman
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:02 WIB

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:52 WIB

Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:17 WIB

Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page