Foto: Atlet anggar IKASI Sleman menjalani latih tanding sebagai bagian dari pematangan teknik dan taktik menuju Porda 2027 di pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Rabu (12/08/2026).
SLEMAN, opinijogja.id — Persiapan atlet anggar Kabupaten Sleman menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2027 mulai diarahkan pada program pembinaan jangka panjang. Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sleman kini fokus mematangkan sejumlah aspek penting, mulai dari mental, fisik, teknik hingga taktik pertandingan.
Pelatih IKASI Sleman, Arif, mengatakan program pembinaan telah disusun sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porda 2027. Menurutnya, pembentukan mental atlet menjadi salah satu perhatian utama selain peningkatan kemampuan fisik dan teknik.
“Persiapan atlet anggar sejauh ini sudah masuk ke dalam program pelatih jangka panjang dalam menghadapi Porda 2027. Fokus utama kami sekarang berada pada pembentukan mental, pembinaan fisik, pemantapan teknik di masing-masing nomor, yakni floret, degen, dan sabel, serta menyusun taktik,” kata Arif saat dikonfirmasi opinijogja, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, pembinaan fisik dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi untuk membentuk kondisi fisik atlet yang maksimal. Sementara pematangan teknik dan taktik terus dilakukan melalui sesi latihan khusus (lesson) maupun latih tanding.

Menurut Arif, kondisi mental para atlet hingga saat ini juga berada dalam kondisi baik dan stabil. Pembinaan mental akan terus dilakukan agar performa atlet dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai kondisi terbaik saat Porda 2027 berlangsung.
“Kondisi mental atlet sampai saat ini baik dan stabil. Harapannya terus meningkat dan mencapai puncak terbaiknya waktu pertandingan Porda 2027,” ujarnya.
Dengan program pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan, IKASI Sleman optimistis mampu meningkatkan prestasi dibandingkan gelaran Porda sebelumnya.
“Optimisme kami 100 persen dapat meraih juara di setiap nomor pertandingan dan menjadi lebih baik dari Porda sebelumnya,” tegasnya.
IKASI Sleman berharap proses pembinaan jangka panjang tersebut mampu melahirkan atlet-atlet anggar yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki kesiapan fisik, mental, dan strategi untuk bersaing di level daerah pada Porda 2027.
(Ip/opinijogja)









