Foto: Pendekatan damai dan musyawarah menjadi langkah penyelesaian persoalan sosial di Klitren Lor Yogyakarta. Semangat toleransi, solidaritas, dan kebhinekaan terus dijaga bersama.
YOGYAKARTA, opinijogja — Konflik sosial yang melibatkan sejumlah anak muda Kampung Klitren Lor dengan penghuni kost di kawasan Circle K depan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berhasil diselesaikan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan dan musyawarah, Rabu (27/05/2026).
Aktivis paralegal Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto, melakukan pendampingan hukum terhadap para pemuda yang sempat menjalani proses di Polresta Yogyakarta akibat kesalahpahaman yang memicu ketegangan dan kerusakan kaca pintu gerai Circle K.
Melalui komunikasi yang baik dan kesadaran bersama menjaga kondusivitas wilayah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menilai penyelesaian ini menjadi contoh bahwa konflik sosial anak muda dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan keterlibatan tokoh masyarakat tanpa harus berujung konflik berkepanjangan.
Tokoh Kampung Klitren Lor juga mendorong kegiatan pembauran antara warga kampung dan penghuni kost dari berbagai daerah sebagai upaya memperkuat toleransi, solidaritas sosial, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
(Ip/opinijogja)








