Viral karena Namanya, Kue Kontol Kecepit Khas Bantul Ternyata Punya Filosofi Mendalam

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi, jajanan tradisional kue “Kontol Kecepit”, makanan tradisional Bantul, Yogyakarta yang memiliki makna mendalam.(opinijogja, Sabtu 30/05/2026).

 

Bantul, opinijogja – Indonesia memiliki beragam kuliner tradisional yang unik, tidak hanya dari cita rasanya tetapi juga dari nama yang melekat di dalamnya. Salah satu yang belakangan kembali menjadi perbincangan adalah Kue Kontol Kecepit atau yang juga dikenal masyarakat sebagai Tolpit dan Adrem.

Meski namanya terdengar nyeleneh dan mengundang tawa, jajanan tradisional ini ternyata menyimpan sejarah panjang serta filosofi yang hidup dalam budaya masyarakat Jawa.

Kue Kontol Kecepit diketahui berasal dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jajanan pasar tradisional ini telah dikenal masyarakat sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu kudapan khas yang kerap ditemukan di pasar-pasar tradisional wilayah Bantul. Beberapa sumber menyebutkan bahwa masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya sebagai Adrem, sementara istilah Tolpit merupakan singkatan dari “Kontol Kejepit”.

Secara umum, kue ini dibuat dari bahan sederhana seperti tepung beras, santan, gula jawa, dan kelapa parut. Adonan kemudian digoreng dan dijepit menggunakan alat sederhana hingga membentuk lipatan khas yang menjadi ciri utamanya. Bentuk unik inilah yang kemudian melahirkan nama yang cukup kontroversial namun mudah diingat oleh masyarakat.

Makna Filosofis di Balik Kue Kontol Kecepit

Di balik penamaannya yang terdengar unik, Kue Kontol Kecepit dipercaya memiliki makna filosofis yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Bentuk kue yang menyerupai dua sisi yang saling menjepit dimaknai sebagai simbol kebersamaan, persatuan, dan hubungan yang erat antarsesama. Filosofi tersebut menggambarkan pentingnya menjaga kerukunan serta solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Tugu Sate Wonokromo Resmi Berdiri, Ikon Baru Kuliner Bantul Disambut Antusias Warga

Selain itu, sebagian masyarakat juga mengaitkan bentuk kue ini dengan simbol kesuburan dan keberlangsungan kehidupan. Dalam tradisi masyarakat agraris Jawa, kesuburan merupakan harapan penting yang berkaitan dengan hasil panen, kesejahteraan keluarga, serta keberlanjutan generasi penerus.

Tak sedikit pula yang meyakini bahwa kue tradisional ini menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan. Dari bahan-bahan sederhana hasil bumi lokal, masyarakat mampu menciptakan panganan yang memiliki cita rasa khas sekaligus nilai budaya yang tinggi.

Beberapa catatan budaya bahkan menyebutkan bahwa Adrem pernah digunakan dalam tradisi masyarakat sebagai bagian dari ungkapan syukur atas hasil pertanian dan kehidupan yang berkecukupan.

Warisan Kuliner yang Mulai Langka

Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan Kue Kontol Kecepit kini mulai jarang ditemukan. Meski demikian, jajanan tradisional ini masih bisa dijumpai di sejumlah pasar tradisional, festival kuliner, hingga acara budaya di wilayah Bantul dan Yogyakarta.

Bagi masyarakat setempat, Kue Kontol Kecepit bukan sekadar makanan ringan. Di balik namanya yang mengundang senyum, tersimpan pesan tentang kesederhanaan, kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan kehidupan yang sejahtera.

Karena itulah, kuliner tradisional ini menjadi salah satu warisan budaya yang patut dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SBY Kembali Singgah di RM Sego Berkat Bu Tiwi Tan Tlogo, Jadi Langganan Kuliner Favorit di Gunungkidul
PHRI Gunungkidul Harap Kunjungan Wisatawan Meningkat Saat Libur Lebaran 2026
Argomulyo Sleman Kembangkan Omah Telo Merapi sebagai Ikon Eduwisata Kuliner
Untuk Keenam Kalinya, SBY Santap Siang di RM Sego Berkat Bu Tiwi Tlogo Gunungkidul
Libur Nataru ke Gunungkidul? Ini 7 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba
Menjelajah Rasa Lama di Klaten: Kuliner Legendaris yang Tetap Jadi Jujugan Wisatawan
Tugu Sate Wonokromo Resmi Berdiri, Ikon Baru Kuliner Bantul Disambut Antusias Warga
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:37 WIB

Viral karena Namanya, Kue Kontol Kecepit Khas Bantul Ternyata Punya Filosofi Mendalam

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:48 WIB

SBY Kembali Singgah di RM Sego Berkat Bu Tiwi Tan Tlogo, Jadi Langganan Kuliner Favorit di Gunungkidul

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:37 WIB

PHRI Gunungkidul Harap Kunjungan Wisatawan Meningkat Saat Libur Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:44 WIB

Argomulyo Sleman Kembangkan Omah Telo Merapi sebagai Ikon Eduwisata Kuliner

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:40 WIB

Untuk Keenam Kalinya, SBY Santap Siang di RM Sego Berkat Bu Tiwi Tlogo Gunungkidul

Berita Terbaru