Foto: Maskot Omah Telo Merapi ditampilkan sebagai identitas wisata kuliner berbasis olahan ubi yang dikembangkan Kalurahan Argomulyo, Kabupaten Sleman, sebagai bagian penguatan eduwisata dan pemberdayaan UMKM di kawasan lereng Gunung Merapi.
SLEMAN, opinijogja – Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, terus berinovasi mengembangkan potensi lokal berbasis kearifan budaya dan eduwisata melalui penguatan sektor kuliner kreatif bertajuk Omah Telo Merapi sebagai ikon wisata kuliner khas lereng Gunung Merapi.
Program tersebut diarahkan menjadi pusat olahan pangan berbahan dasar telo atau ubi, sekaligus rest area dan sentra oleh-oleh produk UMKM warga, guna memperkuat identitas Argomulyo sebagai desa wisata berbudaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Lurah Argomulyo Danang Hendri Bintoro mengatakan Omah Telo Merapi dirancang sebagai etalase produk unggulan warga sekaligus ruang edukasi pengolahan pangan lokal.
“Ke depan, lokasi ini tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga rest area dan sentra oleh-oleh yang menampilkan produk khas lereng Merapi. Kami ingin wisatawan pulang membawa produk lokal sebagai identitas daerah,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (16/2).
Beragam produk yang tengah disiapkan antara lain getuk frozen, brownies talas, slondok, keripik singkong, keripik talas, timus, manggleng, hingga bakpia ubi ungu. Selain kuliner, kawasan Omah Telo Merapi juga akan menampilkan produk sablon serta kerajinan kayu dan batu hasil karya warga setempat.
Ia menambahkan, pengembangan Omah Telo Merapi menjadi pelengkap wisata jip yang telah berjalan bersama Wage Adventure Merapi, sehingga ekosistem desa wisata semakin terpadu, mulai dari wisata alam, budaya, hingga ekonomi kreatif.
Melalui inovasi tersebut, pemerintah kalurahan berharap dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat branding Argomulyo sebagai desa wisata berbudaya yang bertumpu pada kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap keberadaan Omah Telo Merapi mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat identitas Argomulyo sebagai kawasan wisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
(Ip/opinijogja)









