Jelang Imlek 2026, Relawan Lintas Agama Bersih-bersih Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Relawan lintas agama bersama DPD Foreder DIY gotong royong membersihkan Kelenteng Fuk Ling Miau (Gondomanan), Yogyakarta, jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai wujud toleransi dan kebersamaan. (Foto: opinijogja).

 

YOGYAKARTA, opinijogja — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Kelenteng Fuk Ling Miau atau Kelenteng Gondomanan di Jalan Brigjen Katamso No. 3, Gondomanan, Kota Yogyakarta, menggelar kegiatan bersih-bersih yang melibatkan DPD Foreder DIY bersama komunitas lintas agama, Kamis (12/02/2026).

Koordinator Lapangan Foreder DIY, Tommy Lumempo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan menjelang Imlek sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan nilai kebersamaan antarumat beragama.

“Kegiatan ini memang rutin setiap tahun. Kami dari komunitas di Jogja bekerja sama membantu bersih-bersih Kelenteng Fuk Ling Miau. Untuk hari ini dibagi dua shift. Shift pagi sekitar 40 orang, shift kedua juga kurang lebih 40 orang,” ujar Tommy.

Ia menjelaskan, kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB, dengan melibatkan relawan dari berbagai latar belakang agama.

“Di sini juga ada komunitas lintas agama. Tahun lalu kegiatannya juga sama. Ini bentuk kebersamaan kami menyambut Tahun Baru Imlek,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kelenteng Fuk Ling Miau, Ang Ping Siang yang akrab disapa Angling Wijaya, menyampaikan bahwa perayaan Imlek 2026, yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api, akan berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa perubahan berarti.

Baca Juga:  Diplomat Jepang Terpukau Candi Prambanan, Sleman Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM

“Perayaan Imlek tahun ini tetap seperti biasa. Untuk kegiatan bersih-bersih ini kami dibantu teman-teman relawan lintas agama. Walaupun berbeda-beda agama, tetap bisa saling membantu. Selain itu mereka juga ngalap berkah,” ujar Angling.

Ia berharap seluruh rangkaian perayaan Imlek 2026 dapat berjalan lancar.

“Harapannya semua dilancarkan. Kita tetap satu NKRI. Untuk puncak acara nanti tanggal 16 malam. Biasanya umat sudah datang sejak sore, lalu tepat pukul 12 malam kita berdoa bersama dan saling mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan tidak hanya membersihkan area kelenteng, tetapi juga altar serta patung-patung dewa. Kain jubah yang dikenakan patung-patung dewa turut diganti sebagai bagian dari persiapan ritual.

Angling menambahkan, pembersihan patung dewa memiliki tata cara dan aturan khusus sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan.

“Kurang lebih ada 19 dewa yang dibersihkan, salah satunya Dewa Bumi (Fuk Ling Miauw) yang menjadi tuan rumah di kelenteng ini,” katanya.

Sebagai informasi, Kelenteng Gondomanan merupakan tempat peribadatan umat Tridharma di Daerah Istimewa Yogyakarta dan berada di bawah naungan Yayasan Tempat Ibadah Fuk Ling Miau. Bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 26 Maret 2007 berdasarkan Surat Perintah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor PM.25/PW.007/MKP/2007.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page