Foto: DPKP DIY menyerahkan bantuan sarana pengolahan pangan lokal kepada 15 KWT Lumbung Mataraman tahap kemandirian yang didukung Dana Keistimewaan DIY. (Foto: dok.DPKP DIY)
YOGYAKARTA, opinijogja – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk organik, serta sarana pengolahan pangan lokal kepada kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pertanian di DIY.
Saat dikonfirmasi Opinijogja, Rabu (24/6/2026), Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan komoditas tanaman pangan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan industri yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Komoditas tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan, pakan, dan industri DIY. Karena itu, sektor ini sangat penting bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Aris menegaskan ketahanan pangan Indonesia masih erat kaitannya dengan kecukupan beras sebagai pangan pokok. Namun, kemandirian pangan juga perlu diperkuat melalui kearifan lokal masyarakat Yogyakarta.
Ia menjelaskan filosofi pertanian “Nandur opo sing dipangan lan mangan opo sing ditandur” masih relevan dengan semangat Keistimewaan DIY dalam mewujudkan kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga.
“Tradisi ini mengajarkan masyarakat menjaga budidaya, pengolahan, hingga pemasaran dengan tetap berpegang pada kearifan lokal. Teknologi juga penting untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kelestarian lahan,” katanya.
Aris menambahkan generasi muda perlu ikut mengembangkan pertanian dengan teknologi modern agar kualitas dan kuantitas produk meningkat serta kesejahteraan petani bertambah.
Lebih lanjut, Program Lumbung Mataraman yang didukung Dana Keistimewaan DIY dijalankan melalui tiga tahap, yakni penumbuhan, pengembangan, dan kemandirian kelompok.
Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang menempatkan pertanian sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Pada kesempatan itu, DPKP DIY menyerahkan 20 unit hand traktor, 7 unit power thresher, 1 paket pupuk organik, serta 15 paket sarana dan prasarana olahan pangan lokal kepada 28 kelompok tani di DIY dan 15 KWT Lumbung Mataraman tahap kemandirian.
Bantuan tersebut bersumber dari APBD DIY dan Dana Keistimewaan (Danais) DIY sebagai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat produktivitas pertanian dan pengembangan pangan lokal.
Aris berharap bantuan segera dimanfaatkan dan didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus inspirasi bagi kelompok lain.
Melalui dukungan APBD dan Dana Keistimewaan, DPKP DIY menargetkan sektor pertanian terus berkembang sesuai tagline ‘Pertanian DIY Tuwuh Ngrembaka’, sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.
(Ip/opinijogja)






