Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penyerahan fasilitas pemasaran Darling Kopi Merapi kepada kelompok tani kopi di Pakem dan Cangkringan, Sleman, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan memperluas pemasaran kopi petani.

 

SLEMAN, opinijogja.id – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memfasilitasi pemasaran kopi keliling bagi kelompok tani kopi di kawasan Merapi, Kabupaten Sleman. Fasilitas tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperkuat pemasaran produk petani.

Fasilitasi diberikan kepada enam kelompok tani komoditas kopi dari Kapanewon Pakem dan Cangkringan. Bantuan berupa sepeda motor untuk operasional kopi keliling serta paket peralatan pengolahan dan penyajian kopi.

Peralatan yang diberikan antara lain moka pot, kompor portable, regulator, penggiling kopi manual, timbangan, pompa sirup, drip filter, serta pembuat espresso manual.

Program kopi keliling tersebut diberi nama “Darling Kopi Merapi”. Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) untuk membangun rantai nilai kopi, mulai dari petani hingga konsumen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., mengatakan pemanfaatan Dana Keistimewaan harus memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pengembangan potensi kawasan Satuan Ruang Strategis (SRS) Merapi.

“Darling Kopi Merapi menjadi salah satu bentuk fasilitasi untuk memperpendek rantai pemasaran sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kopi petani,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Gunungkidul

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Perkebunan DPKP DIY, Anita Windrayati Syarifudin, S.P., M.M.A., berharap Darling Kopi Merapi dapat menjadi model pengembangan pemasaran komoditas kopi berbasis kelompok tani yang dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi kopi.

Menurutnya, fasilitasi tersebut bukan sekadar bantuan sarana, tetapi diharapkan menjadi pemicu bagi kelompok tani untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Setelah mendapatkan fasilitasi, kelompok diharapkan mampu membiayai operasional dan mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.

Dari sisi Pemerintah Kabupaten Sleman, fasilitasi kopi keliling ini diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan SRS Lereng Merapi.

Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Sleman menilai keberadaan Darling Kopi Merapi dapat membuka ruang pemasaran yang lebih dekat kepada konsumen sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah kopi yang dihasilkan petani.

Dengan konsep pemasaran langsung melalui kopi keliling, produk kopi tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi juga diolah dan disajikan menjadi produk siap konsumsi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi yang diterima kelompok tani sekaligus memperkenalkan kopi Merapi Sleman kepada pasar yang lebih luas.

Program Darling Kopi Merapi juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem kopi di kawasan Merapi, dengan kelompok tani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mulai mengambil bagian dalam proses pengolahan, pemasaran, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani
Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY
Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian
Kadis DP3 Sleman: Forum Komunikasi Pembudidaya Ikan Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan Usaha
Kadis Pertanian Sleman: Belum Ada Dampak Kekeringan, Luas Tambah Tanam Tembus 21.248 Hektare
Penyuluh Pertanian Swadaya Asal Sleman Raih Juara 1 DIY 2026, Jadi Inspirasi Kemajuan Petani Mandiri
Kadis Pertanian Sleman: Gerakan Pengendalian Hama Tikus Diharapkan Dongkrak Produksi Padi
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page