Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran Petani Milenial Sleman dalam Forum Komunikasi (Forkom) Petani Milenial Sleman, Jumat (7/8/2026).

 

SLEMAN, opinijogja.id – Jajaran pengurus Petani Milenial Kabupaten Sleman periode 2026–2029 resmi dikukuhkan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya pada Jumat (7/8/2026) di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman.

Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan menjadi momentum konsolidasi petani muda untuk memperkuat silaturahmi, membangun sinergi bisnis, sekaligus mendorong percepatan regenerasi sektor pertanian di Kabupaten Sleman.

Ketua Petani Milenial Sleman, Taufik Mawaddani, mengatakan kegiatan Forum Komunikasi (Forkom) dan FGD digelar untuk mempererat hubungan antarpetani muda serta membangun ekosistem bisnis pertanian yang lebih terintegrasi.

“Hari ini kami teman-teman petani milenial melakukan acara Forkom dan FGD untuk mempererat silaturahmi dan mempererat kolaborasi dalam berbisnis bersama-sama. Selain itu, dilangsungkan pula pengukuhan kepengurusan baru periode kedua tahun 2026–2029,” ujar Taufik.

Menurutnya, keberadaan petani milenial di Sleman saat ini semakin mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sektor perbankan, perguruan tinggi, hingga Pemerintah Kabupaten Sleman.

Taufik berharap dukungan lintas sektor tersebut dapat mendorong petani muda semakin solid dan mampu membangun jaringan bisnis yang saling terintegrasi.

“Harapan kita ke depan, petani milenial lebih kompak, solid, dan bisnisnya saling terintegrasi. Dengan adanya dukungan dari perbankan, perguruan tinggi, dan Pemkab Sleman, masalah-masalah klasik seperti permodalan dan kepastian pasar dapat terselesaikan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap perkembangan petani muda.

“Kami sangat mengapresiasi Ibu/Bapak Bupati yang memberikan dukungan luar biasa bagi perkembangan petani di Sleman,” tambah Taufik.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya memberikan apresiasi kepada para anggota Forum Komunikasi Petani Milenial Sleman. Menurutnya, keberadaan petani muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani.

Baca Juga:  DPKP DIY Salurkan 20 Hand Traktor dan 7 Power Thresher untuk Perkuat Swasembada Pangan

Harda menekankan perlunya percepatan regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda, termasuk Generasi Z.

Menurutnya, peningkatan usia rata-rata petani menjadi salah satu persoalan yang harus segera diantisipasi. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis sumber daya manusia di sektor pertanian pada masa mendatang.

Bupati menegaskan bahwa wajah pertanian saat ini telah mengalami perubahan. Pertanian modern tidak lagi hanya berkaitan dengan aktivitas produksi di lahan, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi, pemasaran digital, pengolahan data, hingga pengembangan agribisnis.

“Pertanian saat ini tidak lagi sekadar mencangkul dan memanen, tetapi mencakup pemasaran digital, pengolahan data cuaca, hingga pengembangan agribisnis bernilai tambah tinggi,” tegas Harda.

Ia mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap profesi petani. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peluang besar untuk menjadi profesi masa depan apabila dikelola secara inovatif dan berbasis teknologi.

“Kita harus mengubah cara pandang bahwa bertani bukan pilihan terakhir, melainkan profesi masa depan yang menjanjikan, terhormat, dan penuh inovasi,” lanjutnya.

Harda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong memperkuat sektor pertanian di Sleman. Sinergi antara pemerintah, petani muda, dunia usaha, perbankan, dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Melalui penguatan regenerasi dan penerapan teknologi, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap sektor pertanian semakin produktif, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu mendukung Sleman sebagai salah satu lumbung pangan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

(Jon/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman
27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani
Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY
Kadis DP3 Sleman: Forum Komunikasi Pembudidaya Ikan Perkuat Kolaborasi dan Keberlanjutan Usaha
Kadis Pertanian Sleman: Belum Ada Dampak Kekeringan, Luas Tambah Tanam Tembus 21.248 Hektare
Penyuluh Pertanian Swadaya Asal Sleman Raih Juara 1 DIY 2026, Jadi Inspirasi Kemajuan Petani Mandiri
Kadis Pertanian Sleman: Gerakan Pengendalian Hama Tikus Diharapkan Dongkrak Produksi Padi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Kopi Darling Merapi, Fasilitas Kopi Keliling untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani Sleman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:43 WIB

27 Varietas Hoya Sleman Resmi Terdaftar di Kementan, Potensi Bisnis Tanaman Hias Bernilai Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Pemkab Gunungkidul Apresiasi Bantuan Alsintan dari Pemerintah Pusat, Diharapkan Dongkrak Produktivitas Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:34 WIB

Sultan HB X Dorong Jogja Agro Park Jadi Mal Pertanian DIY

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bupati Sleman Dorong Petani Milenial Jadi Motor Regenerasi dan Modernisasi Pertanian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page