Foto: Rakor lintas sektor antisipasi kekeringan musim kemarau 2026 di Jateng–DIY.
YOGYAKARTA, opinijogja – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Upaya ini dilakukan menyusul prediksi musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berpotensi berdampak pada sektor pertanian di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah dan DIY.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak fenomena El Nino terhadap produksi pertanian.
“Kami melakukan koordinasi untuk mengantisipasi potensi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” ujar Aris saat dikonfirmasi opinijogja, Rabu (01/04/2026).
Menurutnya, pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan sinkronisasi antarinstansi dalam pengelolaan sumber daya air. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian hingga pemerintah daerah.
Pertemuan dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Pertanian, jajaran Direktorat Jenderal dan direktur di lingkup Kementerian Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dan BBWS Pemali Juana, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRPM) Jawa Tengah dan DIY, serta kepala dinas provinsi dan kabupaten di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Selain itu, koordinasi ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Pertanian tertanggal 9 Maret 2026 terkait antisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi pertanian. Hal ini diperkuat dengan Surat Direktur Jenderal Tanaman Pangan tertanggal 27 Maret 2026 tentang kewaspadaan terhadap potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah strategis disepakati sebagai tindak lanjut, antara lain:
Melakukan pemetaan (mapping) wilayah rawan kekeringan
Inventarisasi serta pemantauan progres usulan peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur irigasi
Identifikasi sumber air dan potensi pengembangan jaringan irigasi
Penentuan lokasi prioritas yang membutuhkan dukungan irigasi
Pembentukan satuan tugas (satgas) lintas sektor
Pembagian tugas spesifik sesuai fungsi dan penyusunan timeline kegiatan antisipasi kekeringan
Aris berharap, dengan langkah antisipatif berbasis pengalaman tahun-tahun sebelumnya, DIY mampu menjaga stabilitas produksi dan produktivitas pertanian meskipun menghadapi tantangan musim kemarau.
“Harapannya, DIY dapat mengantisipasi secara optimal berdasarkan potensi dan pengalaman sebelumnya, sehingga produksi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















