Demo Ricuh di Polda DIY, Waljito: Aspirasi Jangan Dibayar dengan Perusakan

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Foto: Aparat kepolisian bersiaga di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta saat aksi unjuk rasa berujung ricuh, Selasa (24/2/2026) petang. Kendaraan taktis dan kawat berduri dipasang untuk mengamankan perimeter setelah massa merobohkan pagar.

 

Yogyakarta, opinijogja – Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 24 Februari 2026 petang. Aksi yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB itu berujung ricuh setelah sebagian demonstran merobohkan pagar dan terlibat aksi saling dorong di pintu masuk kantor kepolisian tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, massa datang dari arah timur dengan berjalan kaki dan berkumpul di depan Mapolda DIY. Mereka menyampaikan orasi serta sejumlah tuntutan. Namun sekitar pukul 18.30 WIB, situasi memanas ketika sebagian peserta aksi mendorong water barrier di sisi pintu barat hingga akses jalan sempat terblokir dan arus lalu lintas terganggu.

Tak lama berselang, massa di sisi timur melakukan pendobrakan pagar hingga roboh. Sejumlah demonstran juga mencoret pagar dengan cat semprot serta melemparkan benda ke dalam halaman kantor kepolisian. Di dalam kompleks Mapolda, aparat telah memasang kawat berduri sejak siang hari sebagai langkah antisipatif.

Baca Juga:  Empati di Bawah Ancaman Pasal

Hingga pukul 18.48 WIB, massa masih terus berdatangan dan situasi terpantau dinamis dalam pengawasan aparat keamanan.

Aksi tersebut dipicu dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya, terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah berinisial AT (14) di Kota Tual, Maluku, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Oknum tersebut dilaporkan telah dijatuhi sanksi pemecatan dari institusi Polri.

Ketua Front Masyarakat Madani, Waljito, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak dalam sistem demokrasi. Namun ia menyayangkan aksi yang berujung pada perusakan fasilitas.

“Aspirasi jangan dibayar dengan perusakan. Demo itu hak, tapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat,” ujar Waljito saat dihubungi melalui telepon.

Ia menyebut massa mahasiswa sempat dihalau oleh elemen masyarakat, termasuk jaga warga dan sejumlah organisasi kemasyarakatan di Yogyakarta. Menurut dia, penyampaian pendapat di muka umum seharusnya dilakukan secara tertib, komprehensif, dan tidak anarkis.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi
Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola
Stok Beras Melimpah, BULOG DIY Pastikan Harga Beras dan Minyakita Tetap Terkendali
Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian
Viral Tarif Parkir Denggung Rp6.000, Pengelola Tegaskan Hanya Berlaku Saat Event
BULOG Cetak Rekor! Serapan Beras Nasional Tembus 3 Juta Ton, Stok Pangan RI Lampaui 5 Juta Ton
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:51 WIB

Temui Menpora, Bupati Sleman Dapat Lampu Hijau Revitalisasi Stadion Tridadi

Senin, 8 Juni 2026 - 15:52 WIB

Hari Keamanan Pangan Dunia 2026, DIY Terima Hibah Mobil Laboratorium Keliling dari Bapanas

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:21 WIB

Stok Beras Melimpah, BULOG DIY Pastikan Harga Beras dan Minyakita Tetap Terkendali

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:21 WIB

Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian

Berita Terbaru