Foto: BULOG DIY terus memperkuat ketahanan pangan melalui penyerapan gabah petani dan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat. (Foto: BULOG DIY).
Yogyakarta, opinijogja – Perum BULOG kembali mencatatkan capaian bersejarah dalam pelaksanaan penugasan pemerintah di bidang pangan. Hingga 3 Juni 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras secara nasional telah mencapai 3,01 juta ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah pengadaan pangan nasional dan semakin memperkuat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini telah menembus lebih dari 5 juta ton.
Keberhasilan pengadaan nasional tidak lepas dari kontribusi berbagai wilayah, termasuk Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah merealisasikan pengadaan sebesar 178 ribu ton setara beras atau sekitar 91 persen dari target tahunannya yang mencapai 196 ribu ton.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam program penyerapan gabah dan beras petani.
“Capaian pengadaan hingga 178 ribu ton setara beras ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, mulai dari petani, kelompok tani dan gapoktan, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan, pemerintah daerah, mitra penggilingan, hingga seluruh insan BULOG yang bekerja tanpa mengenal waktu selama musim panen berlangsung,” ujar Dedi.
Menurutnya, keberhasilan penyerapan tahun ini juga didorong meningkatnya produksi pertanian, perluasan areal panen, serta berbagai program pemerintah seperti mekanisasi pertanian, pompanisasi, dan optimalisasi lahan.
Sebagai pelaksana penugasan pemerintah, BULOG terus menyerap gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP). Kebijakan tersebut memberikan kepastian harga sekaligus menjamin tersedianya pasar bagi hasil panen petani.
“BULOG hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. Kami ingin petani memperoleh kepastian harga dan kepastian pasar sehingga mereka dapat terus berproduksi dan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” katanya.
Dengan capaian yang telah mencapai 75 persen target nasional pada awal Juni, BULOG optimistis target pengadaan tahun 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai bahkan berpotensi terlampaui.
“Kami optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat segera tercapai. Dengan masih berlangsungnya panen di sejumlah wilayah dan dukungan seluruh stakeholder, kami yakin capaian pengadaan tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah,” tambah Dedi.
Secara nasional, keberhasilan serapan gabah dan beras tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Stok CBP yang kini mencapai lebih dari 5 juta ton memberikan ruang yang kuat bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program strategis, mulai dari stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan pangan, hingga antisipasi kondisi darurat dan gejolak pasar.
BULOG menegaskan akan terus berada di garis depan dalam menjaga keberlanjutan penyerapan hasil panen petani, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional.
(Ip/opinijogja)









