Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

APTRI Sleman Siapkan Musim Giling 2026, Targetkan Produksi 1.130 Ton Gula

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petani tebu bersama pengurus APTRI Sleman dan anggota KPTR Sido Makmur Abadi berfoto di area lahan tebu menjelang musim giling 2026. Dengan luas panen mencapai 314 hektare, petani optimistis mampu meningkatkan produksi gula dan mendukung swasembada gula nasional.

 

SLEMAN, opinijogja — Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Sleman mulai mematangkan persiapan menghadapi musim giling tebu tahun 2026. Melalui forum musyawarah produksi gula yang digelar di Pabrik Gula Madukismo pada 16 April 2026, berbagai agenda strategis disepakati guna memastikan kelancaran proses produksi.

Dalam forum tersebut, pihak Pabrik Gula (PG) Madukismo menetapkan jadwal musim giling selama 137 hari. Adapun rencana pemasukan tebu dijadwalkan mulai 22 April 2026, sementara proses penggilingan akan dimulai pada 24 April 2026.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Sido Makmur Abadi, Hadi Sutrisno, menyampaikan bahwa kesiapan petani di Sleman terus diperkuat melalui koordinasi antara APTRI dan koperasi.

Sejumlah kelompok tani (poktan) yang tergabung dalam KPTR turut berperan aktif, di antaranya Poktan Rosan Lestari (Purwomartani, Kalasan), Poktan Makmur Abadi (Wedomartani, Ngemplak), serta Poktan Manis Makmur (Harjobinangun, Pakem).

Baca Juga:  Dinas Pertanian DIY Sambut Baik Kunjungan Komisi IV DPR RI ke BBVet Wates

“Sinergi antarpetani dan kelembagaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi tebu di Sleman,” ujarnya.

Pada musim panen 2026, luas lahan tebu di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 314 hektare. Dari luasan tersebut, produksi gula diproyeksikan mencapai sekitar 1.130 ton, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada gula nasional.

Selain itu, upaya peningkatan produktivitas juga akan dilakukan melalui program bongkar raton pada lahan seluas 100 hektare setelah musim panen. Program ini bertujuan untuk peremajaan tanaman tebu dengan bibit baru, sehingga mampu meningkatkan produktivitas hingga 5 persen per hektare.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 produktivitas tebu di Sleman tercatat rata-rata 607 kuintal basah per hektare.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, APTRI Sleman optimistis musim giling 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panen Perdana Desa Mandiri Benih di Sleman, Perkuat Kemandirian Benih Padi DIY
BULOG DIY Serap 101 Ribu Ton Beras, Jaga Harga dan Stok Tetap Stabil
Hari Jadi ke-4, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” Perkuat Kesejahteraan Petani
Kandang Ayam Sistem Permakultur, Solusi Ternak Hemat dan Ramah Lingkungan
DPKP DIY Serahkan 8 Traktor di Festival Menoreh 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Satgas Pangan DIY Pantau Harga dan Stok di Gunungkidul, Beras dan Minyak Dipastikan Aman
DPKP DIY Gelar Bimtek Kambing-Domba 2026, Perkuat Peternakan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal
Kementan Perkuat Penyuluh Pertanian di DIY untuk Dukung Swasembada Pangan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:37 WIB

Panen Perdana Desa Mandiri Benih di Sleman, Perkuat Kemandirian Benih Padi DIY

Rabu, 15 April 2026 - 01:55 WIB

BULOG DIY Serap 101 Ribu Ton Beras, Jaga Harga dan Stok Tetap Stabil

Senin, 13 April 2026 - 14:27 WIB

Hari Jadi ke-4, Paguyuban Cabai Sleman “New Lelang Mandiri” Perkuat Kesejahteraan Petani

Senin, 13 April 2026 - 02:22 WIB

Kandang Ayam Sistem Permakultur, Solusi Ternak Hemat dan Ramah Lingkungan

Minggu, 12 April 2026 - 13:46 WIB

DPKP DIY Serahkan 8 Traktor di Festival Menoreh 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru