Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, BULOG, serta perwakilan koperasi dan peternak melakukan monitoring ketersediaan jagung di Gudang BULOG Kalasan, Sleman. Kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penyaluran jagung SPHP guna menjaga stabilitas harga pakan ternak dan mendukung kesejahteraan peternak di DIY.

 

Yogyakarta, opinijogja — Pemerintah mulai menguji coba penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui skema koperasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak sekaligus menekan gejolak harga jagung di tingkat peternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama jajaran terkait melakukan monitoring ketersediaan jagung di Gudang BULOG Kalasan, Sleman, pada Senin (11/5/2026).

“Monitoring ini dilakukan dalam rangka membantu pemenuhan kebutuhan jagung bagi peternak di DIY. Sekaligus dilakukan uji coba pembelian jagung untuk peternak melalui koperasi di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul,” kata Aris.

Baca Juga:  Antisipasi Musim Kemarau 2026, Dinas Pertanian DIY Siapkan Strategi Pola Tanam Petani

Ia menjelaskan, saat ini Persetujuan Order (SO) untuk Perhimpunan Peternak Nasional (PPN) Sleman dan PPN Bantul telah diterbitkan. Selanjutnya, koperasi tinggal melakukan pengambilan jagung SPHP di gudang BULOG.

Menurut Aris, dukungan penyediaan pakan ternak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Pakan ternak merupakan salah satu kunci keberhasilan sektor peternakan agar peternak tetap sejahtera,” ujarnya.

Melalui program tersebut, harga jagung di gudang BULOG ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram, sementara harga maksimal di tingkat peternak dipatok Rp5.500 per kilogram.

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menekan gejolak harga jagung di pasaran, menjaga ketersediaan pasokan pakan ternak, sekaligus mendukung stabilisasi harga telur ayam ras di DIY.

Program SPHP jagung juga diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan sektor peternakan rakyat di tengah fluktuasi harga bahan baku pakan.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman
Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah
Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan
Pelatihan Peternakan Bantul 2026, Peternak Dibekali Manajemen hingga Kesehatan Hewan
Pemda DIY Salurkan Bantuan Pengolahan Cabai dan Bawang 2026, Dorong Hilirisasi dan Stabilitas Harga Pangan
Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Bulog Siap Jalankan Penugasan Pemerintah
Hari Buruh 2026, Yani Fathurrahman: Buruh Sejahtera, Negara Kuat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:42 WIB

Siswa SMK Penerbangan Sleman Lolos Seleksi Paskibraka Nasional, Jadi Kebanggaan Sleman

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:27 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Sorotan FKD MPU 2026, DIY Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Antar Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 10:34 WIB

Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Bupati Hamenang Dorong KICF 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:38 WIB

Bupati Harda Kiswaya Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Warga Transmigran Sleman di Konawe Selatan

Berita Terbaru