Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyerahkan bantuan sarana pengolahan cabai dan bawang merah kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di DIY, Tahun Anggaran 2026. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong hilirisasi produk hortikultura, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani dan masyarakat. (Ip/opinijogja)
YOGYAKARTA, opinijogja – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyalurkan bantuan hibah sarana pengolahan cabai dan bawang merah kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) pada Tahun Anggaran 2026.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi produk hortikultura sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cabai dan bawang merah dikenal sebagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan fluktuasi harga yang cukup tajam serta berkontribusi terhadap inflasi daerah. Karena itu, penguatan sektor pascapanen melalui pengolahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian petani, terutama saat panen raya atau ketika harga produk segar mengalami penurunan.
Melalui program ini, Pemda DIY memberikan bantuan kepada delapan kelompok penerima yang tersebar di wilayah Sleman dan Bantul. Kelompok tersebut meliputi:
•KWT Anggrek (Gadingan, Sumberrejo, Tempel, Sleman)
•KWT Bumi Lestari (Sendangagung, Minggir, Sleman)
•KWT Gantari (Krikilan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman)
•KWT Giri Asri (Cengkehan, Wukirsari, Imogiri, Bantul)
•KWT Kebon Rejo (Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul)
•KWT Mekar Lestari (Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman)
•KWT Pandansari (Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Sleman)
•KWT Turi Putih (Danikerto, Sariharjo, Ngaglik, Sleman)
Setiap kelompok menerima bantuan hibah senilai Rp20 juta berupa paket lengkap sarana pengolahan. Paket tersebut meliputi kompor dan perlengkapannya, blender atau alat penghalus, alat perajang (slicer), spinner untuk peniris minyak atau air, vacuum sealer untuk pengemasan kedap udara, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti cabai kering, bubuk cabai, dan bawang goreng. Produk olahan tersebut memiliki daya simpan lebih lama serta harga yang relatif lebih stabil dibandingkan produk segar.
Dengan adanya program ini, Pemda DIY berharap kelompok tani dan KWT dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta berkontribusi dalam pengendalian inflasi, khususnya dari sektor hortikultura.
(Ip/opinijogja)








