Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Joko Mursito usai resmi meraih gelar Doktor Pendidikan dengan predikat Summa Cum Laude (IPK 4,00) dalam prosesi wisuda di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

 

YOGYAKARTA, opinijogja.id – Capaian akademik tertinggi berhasil diraih Joko Mursito dalam bidang pendidikan. Menguntit jejak studi S1 di ISI Yogyakarta dan S2 di UGM, ia resmi menyelesaikan program doktoral kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan predikat summa cum laude (IPK 4,00).

Kepada opinijogja.id, Sabtu (22/08/2026) Joko menyampaikan, keberhasilan ini menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan (educulture) ke dalam pengembangan seni budaya dan pariwisata daerah.

Pendidikan S3 bagi Joko bukan sekadar mengejar gelar formal, melainkan ruang penguatan kapasitas akademik untuk memperluas wawasan pedagogis dan keilmuan. Ditempuh melalui jalur biaya mandiri di tengah kesibukan sebagai pejabat publik, ia membuktikan dedikasi dan kedisiplinan tinggi dalam menuntaskan studi kependidikan tepat waktu.

Pentingnya Kualifikasi Akademik dan Literasi bagi Pejabat Publik

Melalui gelar doktor kependidikan yang diraihnya, Joko menekankan pentingnya peningkatan literasi dan kualifikasi akademik bagi para pemangku kebijakan. Menurutnya, iklim akademik perguruan tinggi memberikan kerangka berpikir yang analitis dan ilmiah.

Disertasi serta produk buku akademik yang dihasilkannya dirancang untuk menjadi rujukan berbasis data (evidence-based policy) bagi pemerintah daerah. Kebijakan publik yang dilandasi riset kependidikan diharapkan mampu melahirkan program yang tidak hanya pragmatis, tetapi juga berorientasi jangka panjang.

Baca Juga:  Disdik Sleman Tetapkan Jadwal Libur Semester dan Perkuat Imbauan Keamanan Siswa

Seni Budaya sebagai Media Educulture dan Integrasi Pembelajaran

Sebagai seorang doktor pendidikan, Joko melihat seni dan budaya tidak sekadar atraksi visual, melainkan media pembelajaran (educational medium) yang kaya akan simbol, sejarah, norma, dan kearifan lokal. Riset doktornya melahirkan kebaruan teoretis yang memosisikan aktivitas budaya sebagai sarana edukasi publik.

Pengembangan pariwisata berbasis budaya diintegrasikan dengan aspek-aspek kependidikan:

• Penguatan Karakter: Menginternalisasi nilai sosial, sejarah, dan keagamaan kepada masyarakat serta wisatawan.

• Pengalaman Edukatif (Educational Experience): Menjadikan destinasi wisata sebagai ruang belajar terbuka (outdoor learning) yang kontekstual.

• Pemberdayaan Ekonomi Terintegrasi: Aktivitas budaya yang sarat nilai edukasi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Inspirasi Studi Kasus Kependidikan bagi Akademisi

Diseri keberhasilannya menjadi brand ambassador UNY, Joko berharap pendekatan dan temuan riset kependidikannya dapat diaplikasikan oleh para mahasiswa dan akademisi. Model pengembangan seni budaya berbasis nilai pendidikan ini diharapkan menjadi kerangka acuan untuk meneliti dan memajukan potensi daerah lainnya.

Capaian doktor ini menjadi fondasi bagi Joko untuk terus mengabdi melalui penguatan sinergi antara pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baitussalam All Star Show 2026 Tampilkan Kreativitas Santri di Kompleks Candi Prambanan
76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Jadi Duta SMA Nasional 2026
Sri Sultan Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Sleman, Tekankan Pendidikan Karakter di Era AI
Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian
Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemkab Sleman Biayai Kuliah hingga Lulus untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Disdik Sleman Akui Banyak Sekolah Masih Rusak, Baru 8 SMP Direhabilitasi pada 2026
Mahasiswa UGM Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Bahas AI, Inklusi dan Masa Depan Sekolah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Raih Gelar Doktor Pendidikan Summa Cum Laude, Joko Mursito Dorong Seni Budaya Berbasis Educulture Jadi Penggerak Pariwisata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Baitussalam All Star Show 2026 Tampilkan Kreativitas Santri di Kompleks Candi Prambanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:56 WIB

76 Pelajar dari 38 Provinsi Resmi Jadi Duta SMA Nasional 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:54 WIB

Sri Sultan Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Sleman, Tekankan Pendidikan Karakter di Era AI

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ribuan Pengunjung Padati OPSY SMP/MTs 2026 Yogyakarta, Ratusan Inovasi Pelajar Curi Perhatian

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page