Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Press conference Sleman Temple Run ke-11, Jumat (7/8/2026), sebagai ajang promosi sport tourism berbasis cagar budaya di Kabupaten Sleman.

 

SLEMAN, opinijogja.id – Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali memadukan olahraga, cagar budaya, panorama alam, dan seni tradisi untuk memperkuat promosi pariwisata. Konsep tersebut dihadirkan melalui Sleman Temple Run (STR) #11 yang akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Event sport tourism ini mengambil konsep Running Around Temples, yakni lari lintas alam dengan rute dari candi ke candi. Start dan finish dipusatkan di Kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si., mengatakan Sleman Temple Run menjadi salah satu strategi promosi destinasi wisata melalui penyelenggaraan event.

Menurutnya, event pariwisata tidak hanya mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman khas bagi wisatawan.

“Running Around Temples merupakan konsep lari lintas alam dari candi ke candi. Event ini hanya dimiliki Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi,” kata

Edy saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Sleman, Jumat (7/8/2026).
STR tahun ini menargetkan sebanyak 1.000 peserta. Event yang telah digelar sejak 2015 tersebut memasuki penyelenggaraan ke-11 dan menggandeng komunitas lari Trail Runners Yogyakarta.

Peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer, yang masing-masing terbagi dalam kategori putra dan putri.

Keunikan Sleman Temple Run terletak pada karakter rutenya. Para pelari tidak hanya berkompetisi di jalur trail, tetapi juga diajak menikmati kekayaan cagar budaya dan destinasi wisata di kawasan Prambanan dan sekitarnya.

Sedikitnya lima candi akan menjadi bagian dari rute, yakni Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo. Selain itu, pelari juga akan melewati sejumlah destinasi wisata, antara lain Tebing Breksi, Spot Riyadi, dan Arca Gupala.

Edy mengatakan kekayaan cagar budaya menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata Sleman. Kawasan tersebut menyimpan warisan candi peninggalan peradaban Hindu-Buddha sejak abad IX Masehi yang turut memperkuat identitas Sleman sebagai “Kabupaten Seribu Candi”.

Baca Juga:  Kunjungan Wisata Lebaran Diproyeksikan 100 Ribu Orang, Dispar Kulon Progo Perkuat Kesiapan Destinasi

“Promosi wisata dalam bentuk event memberikan dampak yang signifikan terhadap destinasi wisata, baik dalam bentuk tumbuhnya aktivitas ekonomi maupun memberikan pengalaman dan kenangan yang spesifik bagi wisatawan,” ujarnya.

Sleman Temple Run #11 juga tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga. Masyarakat di dusun-dusun yang dilalui rute turut dilibatkan untuk menyambut peserta sekaligus memperkenalkan kesenian dan budaya lokal.

Sejumlah kesenian akan ditampilkan di beberapa titik sepanjang rute.
Dari Sambirejo, peserta akan disambut Jathilan Kudho Song Pace. Wukirharjo menampilkan Tari Sembagi Aruntala, sedangkan Madurejo menghadirkan Tarian dan Karawitan Sanggar Jagadhita.
Selanjutnya, Bokoharjo menyuguhkan Tari Edan-Edanan. Gayamharjo menampilkan Tari Jaran Gaul dan Menak Koncar dari Sanggar Mintorogo, sementara Sumberharjo menghadirkan Tari Sasmito Manunggal.

Keterlibatan masyarakat tersebut menjadikan Sleman Temple Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga ruang pertemuan antara sport tourism, pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Dari sisi penyelenggaraan, STR 2026 telah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan terdaftar di International Trail Running Association (ITRA). Event tersebut juga telah masuk dalam kalender lari internasional.

Peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari race pack, jersey resmi, BIB number, finisher medal, water station, dokumentasi foto, tim medis, fisioterapis, marshal, after race meal, hingga hiburan.

Panitia juga menyiapkan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang.
Untuk kategori 30K, juara pertama mendapatkan Rp7 juta, juara kedua Rp6 juta, dan juara ketiga Rp5 juta.
Kategori 15K menyediakan hadiah masing-masing Rp4 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta. Sementara kategori 7K menyediakan Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2 juta juara kedua, dan Rp1 juta juara ketiga.

Sleman Temple Run #11 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dengan menggabungkan olahraga, cagar budaya, panorama alam, dan seni tradisi masyarakat, event ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Sleman sebagai salah satu destinasi sport tourism berbasis budaya di Indonesia.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026
Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul
Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir
188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Yogyakarta Bidik Wisatawan Jawa Timur, Jogja Day 2026 di Malang Tawarkan Wisata Kuliner hingga Jeep Merapi
JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Rebut Piala Raja Lewat Karya Train Naga
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Sleman Temple Run ke-11 Digelar 23 Agustus 2026, Lari Lintas 5 Candi dan Destinasi Wisata

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak, Pemkab Naikkan Target Wisatawan Beretribusi 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pemda DIY Rehabilitasi Jalan Srandakan–Poncosari–Pandansimo Rp15,8 Miliar, Perkuat Akses Wisata Pantai Selatan Bantul

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:13 WIB

Ketua DPRD Ungkap Dugaan Kebocoran PAD Pariwisata Gunungkidul, Penyelidikan Tipikor Bergulir

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:00 WIB

188 Jeep Wisata Merapi Jalani Ramp Check, Dishub Sleman Pastikan Seluruh Armada Layak Jalan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page