Kunjungan Wisata Lebaran Diproyeksikan 100 Ribu Orang, Dispar Kulon Progo Perkuat Kesiapan Destinasi

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, saat memberikan keterangan terkait kesiapan destinasi wisata di Kulon Progo dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

 

KULON PROGO, opinijogja — Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo memperkuat kesiapan destinasi wisata menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan wisata berjalan aman dan nyaman bagi pengunjung.

“Dengan kesiapan destinasi dan dukungan berbagai pihak, kami berharap kunjungan wisata selama libur Lebaran dapat berjalan lancar sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sutarman saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).

Kabupaten Kulon Progo dinilai memiliki daya tarik wisata yang beragam, mulai dari kawasan perbukitan, pantai selatan, hingga desa wisata berbasis kearifan lokal yang menawarkan pengalaman budaya dan edukasi. Keunikan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menarik minat wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data kunjungan objek wisata yang dikelola pemerintah daerah dalam tiga tahun terakhir, pada 2023 tercatat sebanyak 118.108 wisatawan, kemudian 78.956 wisatawan pada 2024, dan meningkat kembali menjadi 99.154 wisatawan pada 2025.

Mengacu pada tren tersebut, Dinas Pariwisata memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan pada libur Idul Fitri 2026 mencapai sekitar 100.000 orang. Selain itu, layanan wisata juga akan didukung oleh 30 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah di Kulon Progo.

Dari sisi daya dukung, daerah ini memiliki 10 destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, 26 destinasi yang dikelola masyarakat, serta 30 desa wisata aktif yang turut menjadi penggerak ekonomi lokal. Persebaran objek wisata yang relatif merata dinilai mampu menampung kunjungan wisatawan sekaligus mencegah penumpukan di satu titik tertentu.

Baca Juga:  PAD Pariwisata Gunungkidul Menurun saat Nataru, Dispar Perketat Optimalisasi Retribusi

Selain itu, ketersediaan akomodasi juga dinilai mencukupi. Terdapat 20 hotel dengan total 1.012 kamar yang terdiri dari tiga hotel bintang empat, dua hotel bintang tiga, serta 15 hotel nonbintang. Fasilitas tersebut juga didukung oleh homestay di desa wisata serta sentra oleh-oleh dan kerajinan lokal.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, Dinas Pariwisata menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya menerbitkan surat edaran penyesuaian harga jasa pariwisata guna menjaga kewajaran harga serta melindungi wisatawan.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI/Polri, Dinas Lingkungan Hidup, dan SAR Linmas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pengelolaan sampah, hingga keamanan wisata pantai.

Penguatan kebersihan destinasi juga dilakukan melalui optimalisasi petugas kebersihan dan pengawasan pengelolaan sampah. Pemerintah juga melakukan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas pendukung seperti toilet, area parkir, tempat ibadah, serta sarana informasi bagi wisatawan.

Dinas Pariwisata juga melakukan monitoring lapangan secara berkala, memperkuat promosi digital melalui media sosial resmi, serta menyediakan nomor kontak darurat sebagai respons cepat terhadap situasi yang memerlukan penanganan segera.

Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Pariwisata Kulon Progo berharap pelayanan pariwisata selama libur Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat citra positif pariwisata daerah.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun
Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026
Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo
Uji Coba Retribusi Wisata Full Cashless di TPR Baron Diperpanjang hingga 11 Mei 2026
Rakernas V IHGMA di Lombok Tandai Satu Dekade Kepemimpinan Industri Perhotelan
PHRI Gunungkidul Halalbihalal 2026, Bupati Ingatkan Peluang Investor Pariwisata
Sorotan Tiket Tak Sesuai Nominal di Pantai Baron, Dispar Gunungkidul Perketat Sistem Pengawasan
Retribusi Pantai Baron Dipersoalkan, Dispar Gunungkidul Akui Ada Kelalaian Petugas
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:39 WIB

Libur Sekolah 2026, Sleman Bidik Perputaran Uang Wisata hingga Rp1,2 Triliun

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:51 WIB

Efek Embarkasi Haji YIA, Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 105 Persen hingga Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:51 WIB

Kementerian Pariwisata dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM Desa Wisata Jatimulyo

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:05 WIB

Uji Coba Retribusi Wisata Full Cashless di TPR Baron Diperpanjang hingga 11 Mei 2026

Jumat, 17 April 2026 - 02:26 WIB

Rakernas V IHGMA di Lombok Tandai Satu Dekade Kepemimpinan Industri Perhotelan

Berita Terbaru