Foto: Petani tebu bersama pengurus APTRI Sleman dan anggota KPTR Sido Makmur Abadi berfoto di area lahan tebu menjelang musim giling 2026. Dengan luas panen mencapai 314 hektare, petani optimistis mampu meningkatkan produksi gula dan mendukung swasembada gula nasional.
SLEMAN, opinijogja — Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Sleman mulai mematangkan persiapan menghadapi musim giling tebu tahun 2026. Melalui forum musyawarah produksi gula yang digelar di Pabrik Gula Madukismo pada 16 April 2026, berbagai agenda strategis disepakati guna memastikan kelancaran proses produksi.
Dalam forum tersebut, pihak Pabrik Gula (PG) Madukismo menetapkan jadwal musim giling selama 137 hari. Adapun rencana pemasukan tebu dijadwalkan mulai 22 April 2026, sementara proses penggilingan akan dimulai pada 24 April 2026.
Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Sido Makmur Abadi, Hadi Sutrisno, menyampaikan bahwa kesiapan petani di Sleman terus diperkuat melalui koordinasi antara APTRI dan koperasi.
Sejumlah kelompok tani (poktan) yang tergabung dalam KPTR turut berperan aktif, di antaranya Poktan Rosan Lestari (Purwomartani, Kalasan), Poktan Makmur Abadi (Wedomartani, Ngemplak), serta Poktan Manis Makmur (Harjobinangun, Pakem).
“Sinergi antarpetani dan kelembagaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi tebu di Sleman,” ujarnya.
Pada musim panen 2026, luas lahan tebu di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 314 hektare. Dari luasan tersebut, produksi gula diproyeksikan mencapai sekitar 1.130 ton, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada gula nasional.
Selain itu, upaya peningkatan produktivitas juga akan dilakukan melalui program bongkar raton pada lahan seluas 100 hektare setelah musim panen. Program ini bertujuan untuk peremajaan tanaman tebu dengan bibit baru, sehingga mampu meningkatkan produktivitas hingga 5 persen per hektare.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 produktivitas tebu di Sleman tercatat rata-rata 607 kuintal basah per hektare.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, APTRI Sleman optimistis musim giling 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan hasil maksimal bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula.
(Ip/opinijogja)















