Luruskan Stigma, Kelompok Keberagaman Gender di DIY Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana kegiatan pelatihan dan lokakarya yang mempertemukan komunitas keberagaman gender dengan insan media di Yogyakarta, sebagai upaya memperkuat pemahaman dan membangun pemberitaan yang lebih objektif.

 

YOGYAKARTA, opinijogja — Kelompok keberagaman gender di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat sinergi dengan insan media melalui lokakarya rutin. Langkah ini dilakukan untuk memperluas perspektif jurnalis sekaligus mendorong pemberitaan yang lebih berimbang dan objektif di tengah masih kuatnya stigma di masyarakat.

Upaya membangun komunikasi yang sehat antara komunitas keberagaman gender dan media terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui forum diskusi dan workshop yang melibatkan jurnalis dari berbagai platform, baik media cetak maupun daring.

Pembina Yayasan Kebaya, Mbak Rully, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Ia menilai, masih banyak narasi arus utama yang beredar tanpa melalui sudut pandang yang berimbang terhadap kelompok keberagaman gender.

“Kami rutin menggelar workshop untuk memperluas perspektif teman-teman jurnalis, agar pemberitaan bisa lebih netral dan tidak terjebak pada stigma,” ujarnya dalam sebuah pertemuan di Yogyakarta, Selasa (07/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Rully juga mengingatkan bahwa keberagaman gender bukan fenomena baru di Indonesia. Ia mencontohkan keberadaan komunitas Bissu dalam budaya Bugis yang telah ada sejak abad ke-14, dengan peran penting dalam kehidupan sosial hingga spiritual masyarakat.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sleman Dampingi Diplomat Jepang, Jajaki Kerja Sama SDM hingga Peluang Kerja

Selain memiliki jejak historis, kelompok keberagaman gender juga dinilai aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan. Keterlibatan mereka tercatat dalam peristiwa penting seperti gerakan sosial 1998, pengelolaan dapur umum saat tsunami Aceh 2004 dan gempa Yogyakarta 2006, hingga inisiatif dapur umum selama pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, komunitas ini juga terlibat dalam isu lingkungan, termasuk kegiatan bersih pantai dan kampanye kesadaran perubahan iklim sejak awal 2000-an.

Mbak Rully menambahkan, hubungan antara komunitas keberagaman gender dengan media di DIY sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, ia menekankan pentingnya pembaruan informasi secara berkala, mengingat dinamika dan rotasi jurnalis di berbagai redaksi.

“Kami terus menjaga komunikasi, termasuk dengan organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan serikat pekerja jurnalis. Dukungan dari jurnalis yang progresif sangat membantu menghadirkan ruang pemberitaan yang lebih netral,” katanya.

Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan media dapat berperan sebagai jembatan informasi yang objektif. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat sisi kemanusiaan serta kontribusi nyata kelompok keberagaman gender secara lebih utuh, di luar stigma yang selama ini berkembang.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa
BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja
Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September
Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung
HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara
BPHTB Kini Diverifikasi Maksimal 3 Hari, ATR/BPN Targetkan Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai 10 Hari
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Pangkas Waktu Layanan Pertanahan, Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari Mulai 17 Agustus 2026
BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Kulon Progo Raih 2 Penghargaan Kemenkum DIY, Reformasi Hukum Berpredikat Istimewa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:38 WIB

BPN Sleman Siapkan Layanan PERINTIS, Peralihan Hak Atas Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari Kerja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Hak Pekerja Trans Jogja Tak Kunjung Tuntas, KSBSI Ancam Aksi Besar Awal September

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Pemkab Sleman Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Busana Adat Nusantara Warnai Lapangan Denggung

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:07 WIB

HUT ke-81 RI di Pakem Digelar Spektakuler, 300 Pelajar Tampilkan Tari Kolosal Nusantara

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page