FJI Protes Pernyataan Menag soal Zakat Disebut Tak Populer

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Panglima Komandan DPP FJI, Ustaz Abdurohman.

 

Yogyakarta, opinijogja – Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) menyampaikan keberatan atas pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menyebut zakat “tidak populer”. FJI meminta agar pernyataan tersebut diluruskan agar tidak menimbulkan polemik di tengah umat.

Panglima Komandan DPP FJI, Ustaz Abdurohman, mengatakan zakat merupakan rukun Islam ketiga yang memiliki dasar teologis dan sosial yang kuat. Menurutnya, zakat bukan persoalan populer atau tidak populer, melainkan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat sebagai muzaki.

“Zakat adalah kewajiban agama, bukan soal tren. Ia punya dasar yang jelas dan peran sosial yang besar,” kata Abdurohman dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya, Nasaruddin Umar menjelaskan umat Islam tidak hanya terpaku pada kewajiban minimal seperti zakat, tetapi juga perlu meningkatkan infak dan sedekah yang nilainya bisa lebih besar untuk kemajuan umat. Dalam konteks itu, ia menyebut zakat tidak populer dibandingkan sedekah.

Baca Juga:  Momentum Hari Kartini, Yani Fathurrahman Tekankan Penguatan Peran Perempuan

FJI menilai, jika zakat dianggap belum optimal dalam mendukung sistem ekonomi nasional, hal itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Evaluasi tersebut, kata dia, mencakup penguatan literasi zakat, transparansi, tata kelola, serta integrasi dengan program pengentasan kemiskinan.

Selain itu, FJI mendorong Kementerian Agama untuk meningkatkan edukasi dan digitalisasi pengumpulan zakat serta memperkuat sinergi dengan lembaga amil zakat. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik.

FJI juga mengingatkan agar narasi yang berkembang di ruang publik disampaikan secara hati-hati. “Zakat adalah instrumen ibadah sekaligus sosial ekonomi yang telah terbukti membantu mustahik dan memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman
Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026
Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar
Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba
DPD LPK-RI DIY Masa Bakti 2026–2030 Resmi Terbentuk, Siap Melindungi Hak-Hak Konsumen
BPN Sleman Pastikan Layanan Hak Tanggungan Elektronik Berjalan Lancar, Tingkat Kepatuhan Capai 96 Persen
Gelombang Demonstrasi Meluas, Ribuan Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Turun ke Jalan di Berbagai Daerah
Pakar Hukum: Indonesia Emas 2045 Bisa Berubah Jadi Indonesia yang Kehilangan Arah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

BPN Sleman Percepat Transformasi Digital, Layanan Pertanahan Kini Lebih Cepat, Transparan, dan Aman

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ribuan Wisatawan Padati Banaran, Train Naga Jadi Magnet Road to Jogja International Kite Festival 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 12:01 WIB

Wahyudi Kurniawan Teguhkan Semangat Pengabdian Usai Ikuti PKN X dan SUSBANPIM IX di Makassar

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00 WIB

Sambut HANI 2026, BNNK Sleman Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan dan Perkuat Gerakan Indonesia Bersih Narkoba

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:36 WIB

DPD LPK-RI DIY Masa Bakti 2026–2030 Resmi Terbentuk, Siap Melindungi Hak-Hak Konsumen

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page